Warga curhat ke Anies, pengangguran karena nepotisme di Pulau Tidung
Warga curhat ke Anies, pengangguran karena nepotisme di Pulau Tidung. Hatijah (45), warga Pulau Tidung mengeluhkan tiga anaknya yang menjadi pengangguran lantaran minimnya lahan pekerjaan. Hatijah mengaku meski ketiga anaknya lulusan SMK, namun tak serta merta mendapatkan pekerjaan dengan mudah.
Hatijah (45), warga Pulau Tidung mengeluhkan tiga anaknya yang menjadi pengangguran lantaran minimnya lahan pekerjaan. Hatijah mengaku meski ketiga anaknya lulusan SMK, namun tak serta merta mendapatkan pekerjaan dengan mudah.
Kepada merdeka.com, Hatijah menceritakan, lowongan pekerjaan di Pulau Tidung sangat minim. Kalau pun ada, hanya orang-orang yang memiliki kedekatan khusus dengan aparat setempat yang bisa mendapatkan pekerjaan.
"Kalau kerja di sini susah, di sini kalau enggak dekat sama orang dalam susah. Mau jadi PPSU juga susah," cerita Hatijah saat ditemui merdeka.com di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Senin (21/11).
Dia pun berharap, bila Anies Baswedan terpilih jadi gubernur DKI Jakarta, kasus-kasus nepotisme bisa dihapuskan.
Menanggapi itu, Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai, praktik kolusi dan nepotisme merupakan parktik kuno.
"Kolusi dan nepotisme itu kuno," ucap Anies.
Anies menilai, bila praktik kolusi dan nepotisme yang terjadi di Kepulauan Seribu lantaran minimnya jumlah lapangan pekerjaan.
"Kita akan review dan sebenarnya kalau jumlah lapangan pekerjaannya bertambah maka justru kekurangan orang. Kolusi dan nepotisme itu kan muncul karena minimnya lapangan pekerjaan yang terbatas dan akhirnya yang dapat itu-itu saja," tutur Anies.
Untuk itu, dia mengatakan, harus ada peninjauan kembali terhadap kinerja pemerintahan daerah. Anies juga menegaskan, akan menindak tegas praktik tersebut bila dirinya terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 15 Februari mendatang.
"Strateginya itu tadi mereview mana saja yang ada nepotisme dan menindak tegas karena pemda itu bukan milik seseorang jadi enggak," tegas Anies.
"Kedua menambah lapangan kerja dengan begitu pilihannya akan menjadi lebih banyak," imbuh Anies.(mdk/rnd)