Wapres JK soal ajakan hijrah Jokowi: Pemilu damai jangan ada hoaks
JK mengatakan ajakan Jokowi otomatis akan meredam adanya kondisi saat ini. Sehingga Pemilu nanti akan berjalan damai dan tidak dibumbui dengan hoaks.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai ajakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada para relawan dan pendukungnya untuk hijrah adalah bentuk mengajak masyarakat agar jangan menyebarkan fitnah. Ajakan hijrah tersebut juga adalah bagian harapan dari masyarakat untuk menjaga agar Pemilu 2019 damai.
"Yang dimaksud hijrah itu tentu yang dimaksud Bapak Presiden itu mengingat itu dari segala macam terhadap kampanye yang hitam. Atau yang sehingga jangan terjadi fitnah," kata JK di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).
JK mengatakan ajakan Jokowi otomatis akan meredam adanya kondisi saat ini. Sehingga Pemilu nanti akan berjalan damai dan tidak dibumbui dengan hoaks.
"Otomatis (Ajakan tersebut akan meredam) UU, aturan KPU, harapan masyarakat ingin semuanya pemilu damai. Jadi kalau pemilu damai jangan ada hoaks, jangan ada saling tuduh-menduduh. Tapi orang berkampanye yang sopan yang mengemukaaan dia punya rencana. Atau apa yang dia buat," ungkap JK.
Sebelumnya, Jokowi mengajak pendukungnya untuk hijrah. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri acara deklarasi keluarga besar almarhum Tubagus Chasan Sochib untuk Jokowi-Ma'ruf Amin di Gelanggang Olahraga (GOR) Maulana Yusuf, Serang, Banten.
"Marilah kita bersama-sama mulai hijrah dari ujaran-ujaran kebencian ke ujaran-ujaran kebenaran. Marilah kita hijrah dari kita yang sering mengeluh-ngeluh, hijrah kepada mensyukuri nikmat. Selalu bersyukur," kata Jokowi, Sabtu (3/11).
Jokowi yang mengenakan pakaian pendekar Banten berwarna hitam itu juga meminta masyarakat untuk mengedepankan prasangka baik dan membuang prasangka buruk terhadap berbagai pihak.
"Saya juga mengajak kita hijrah dari membuat kegaduhan, menjadi menjalin persatuan, kesatuan dan kerukunan," ucap dia.
Baca juga:
Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 54,1 %, Prabowo-Sandi 33,9 %
Survei Alvara: Jokowi unggul hampir di semua wilayah, kecuali Sumatera
Yusril tak masuk Timses, tapi penasihat hukum pribadi Jokowi-Ma'ruf
Bawaslu Riau minta Mendagri sanksi 11 kepala daerah deklarasi dukung Jokowi
Jokowi bersyukur Yusril jadi kuasa hukumnya
7 November, Bawaslu putuskan laporan iklan rekening Jokowi-Ma'ruf di koran