Wapres JK ingatkan Jokowi pilih cawapres yang bisa tambah elektabilitas 15 persen
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya bagi Presiden Joko Widodo memilih pendamping yang bisa mendongkrak elektabilitasnya di Pilpres 2019. Menurutnya, pendamping Jokowi minimal harus bisa menambah elektabilitas 15 persen.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya bagi Presiden Joko Widodo memilih pendamping yang bisa mendongkrak elektabilitasnya di Pilpres 2019. Menurutnya, pendamping Jokowi minimal harus bisa menambah elektabilitas 15 persen.
"Ya pokoknya harus menambahnya minimum 15 persen begitu," kata JK di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (17/7).
Disinggung sosok yang dianggap paling cocok untuk mendampingi Jokowi, JK tidak menjawab. "Namanya pemilu kan bebas dan rahasia," ungkap JK.
Diketahui pemilu Presiden 2014 pasangan Jokowi - JK meraih 70.997.85 suara atau 53,15 persen. Jumlah itu berselisih 8.421.389 suara dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang meraih 62.576.444 suara atau 46,85 persen.
Menghadapi Pilpres 2019, Presiden Joko Widodo juga sudah menyebut sejumlah nama untuk mendampinginya di Pilpres 2019. Beberapa nama yang masuk dalam bursa tersebut yaitu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Madji, dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
Saat ini, Jokowi masih menggodok siapa yang akan mendampinginya untuk maju dalam pertarungan perebutan kursi RI 1 tahun depan.
"Sekali lagi saya sampaikan, masih digodok, biar matang. Kalau matang, nanti enak. Belum matang dikeluarkan, gimana sih," ujar Jokowi.
Baca juga:
Pertemuan Mega dan Airlangga singgung soal Cawapres Jokowi
Ditanya namanya masuk cawapres Jokowi, Sri Mulyani malah bicara lift lama terbuka
Struktural dan kultural NU akan deklarasi dukung Mahfud MD jadi cawapres
Said Aqil dinilai bisa tambah citra religius Jokowi
Ketum PBNU sebut Mahfud MD ahli tata negara, cocok jadi cawapres Jokowi
Gus Solah nilai Mahfud MD lebih cocok jadi cawapres Jokowi ketimbang TGB