Waketum Gerindra yakin Prabowo maju Pilpres 2019, deklarasi setelah Pilkada
Waketum Gerindra yakin Prabowo maju Pilpres 2019, deklarasi setelah Pilkada. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, partainya tidak memiliki calon lain untuk diusung menjadi calon presiden. Ferry membantah Prabowo atau Gerindra tengah menyiapkan calon lain.
Partai Gerindra menegaskan, akan tetap mengusung Prabowo Subianto menjadi calon presiden di Pemilu 2019. Prabowo sendiri belum memberikan jawaban atas permintaan seluruh kader Gerindra untuk maju menjadi calon presiden. Sikap ini memicu spekulasi Prabowo tak berniat memperebutkan kursi RI 1.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, partainya tidak memiliki calon lain untuk diusung menjadi calon presiden. Ferry membantah Prabowo atau Gerindra tengah menyiapkan calon lain.
"Enggak ada, pak Prabowo masih akan diusung menjadi capres," kata Ferry saat dihubungi merdeka.com, Jumat (16/2).
Ferry mengklaim Prabowo telah memberikan isyarat untuk memenuhi permintaan kader maju menjadi calon presiden. Isyarat itu, kata dia, disampaikan saat perayaan HUT ke 10 Partai Gerindra di Kantor DPP, Ragunan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Dalam acara itu, menurutnya, Prabowo belum memberikan jawaban meski terus dielu-elukan oleh para kader dengan kalimat 'Prabowo Presiden'. Hal itu lantaran Prabowo masih fokus pada pemenangan Pilkada Serentak tahun ini.
Untuk itu, Ferry memprediksi, mantan Danjen Kopassus itu akan mendeklarasikan diri sebagai calon presiden usai gelaran Pilkada berakhir.
"Iya, setelah pilkada serentak Juni akan memberikan jawaban. Baru kita relevan membicarakan capres," terangnya.
Hasil survei terbaru dari Indobarometer menyebut, jika Prabowo akhirnya memutuskan tak maju pilpres, Anies Baswedan bisa menjadi calon lawan berat Joko Widodo. Sebab, berdasarkan hasil survei kandidat yang berpotensi menjadi lawan terberat Jokowi, elektabilitas Anies berada di posisi pertama dengan 12,1 persen, disusul Gatot Nurmantyo 7,8 persen, dan Agus Harimurti 5,3 persen.
Partai Gerindra, lanjut Ferry, sama sekali tidak memikirkan untuk mengusung Anies di Pemilu 2019. Pihaknya masih fokus untuk menyiapkan Prabowo sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Ferry menegaskan, partainya akan meminta Anies fokus mengurus Jakarta dan menunaikan janji politiknya saat kampanye Pilgub pada 2017 lalu.
"Fokus ke pak Prabowo, Anies berkonsentrasi menjalankan program-programnya supaya enggak terganggu dengan survei-survei itu ya," tandasnya.
Sebelumnya, Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Jawa dan Kalimantan, Nusron Wahid, bahkan yakin Prabowo tak akan maju di Pilpres 2019 buat melawan Jokowi.
"Saya menyakini, dan kita sudah persiapan, lawannya Pak Jokowi bukan pak Prabowo," kata Nusron saat acara diskusi Survei Nasional Indo Barometer 'Dinamika Pilpres 2019: Tiga Skenario Pilpres 2019, Siapa Kuda Hitam?' di Hotel Century Park, Jakarta Pusat, Kamis (15/2).
Dia meyakini Prabowo tak akan maju dan bakal menunjuk penggantinya yang akan menghadapi Jokowi. Namun, dia enggan berandai-andai siapa orang tersebut.
"Entah siapa orangnya nanti. Tapi bukan pak Prabowo. Hidung politik saya sudah merasakan. Tapi intuisi feeling saya pak Prabowo enggak akan maju," kata Nusron.
Baca juga:
Gerindra prediksi PDIP tak bakal usung Jokowi di 2019
Gerindra prediksi PDIP tak bakal usung Jokowi di 2019
Golkar yakin Prabowo tak akan maju di Pilpres 2019
Prabowo Subianto, mencalonkan atau hanya menjadi 'king maker' Pilpres 2019?
Selain Prabowo, Anies Baswedan dinilai saingan terberat Jokowi di Pilpres 2019
Survei Indo Barometer: Pilpres 2019 selesai jika Jokowi berpasangan dengan Prabowo
Mulai JK sampai Prabowo, siapa kandidat kuat cawapres pendamping Jokowi?
Mengintip cawapres potensial buat Jokowi