LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Usai rapat pleno, DPD I Golkar NTT akhirnya sepakat dukung Munaslub digelar

Golkar NTT juga meminta Novanto mundur secara terhormat dari posisi ketum dan Ketua DPR.

2017-12-04 21:51:36
Munaslub Golkar
Advertisement

Rapat pleno perluasan DPD I dan II Kabupaten/Kota Se-Nusa Tenggara Timur Partai Golkar, Senin (4/12) menghasilkan beberapa sikap jelang Munaslub DPP Partai itu untuk menentukan pengganti Setya Novanto, tersangka korupsi pengadaan E-KTP.

Sesuai keputusan bersama dalam rapat tertutup yang diselenggarakan di hotel Swiss-belin Kupang tersebut, DPD I NTT mendukung penuh Munaslub partai Golkar dengan meminta Ketua Umum dan Ketua DPR untuk mundur secara terhormat sesuai aturan yang berlaku dalam partai, berdasarkan keputusan bersama semua DPD I seluruh Indonesia pada rapat pleno DPP di Jakarta belum lama ini.

DPD I NTT juga mengikuti mekanisme partai dalam rangka merespon situasi nasional yang dalam rapat pleno DPD, telah memutuskan 39 orang memenuhi syarat dan memutuskan lima kesepakatan melihat suasana kebatinan Setya Novanto, situasi badan DPP, DPD, kader dan pengurus partai serta mencoba mengikuti aspirasi publik.

Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena usai mengikuti rapat pleno kepada wartawan menjelaskan, setelah putusan praperadilan akan diberikan dua opsi yakni, Setya Novanto mengundurkan diri dan lakukan musyawarah luar biasa (munaslub).

"Setya Novanto juga telah bersedia mengundurkan diri, baik dalam kapasitas sebagai ketua umum partai Golkar maupun ketua DPR RI. DPD I NTT tetap menyetujui adanya musyawarah luar biasa, dengan cara yang dibuat oleh DPP sesuai hasil pleno yang telah ditetapkan," kata Melki, Senin (4/12).

Menurut dia, Setya Novanto telah menyatakan akan mundur secara resmi sehingga pihaknya mencoba menyelesaikan kiprah politik Setya Novanto secara terhormat dan musyawarah mufakat bersama para ketua DPD II akan disepakati bersama, sebagai lembaran baru di tubuh partai Golkar.

"Sikap kami, pak Novanto harus mundur secara pribadi baik itu sebagai ketua umum dan ketua DPR RI. Soal waktunya kita serahkan kepada pak Nov, keluarga dan pengacara untuk memilih momen yang tepat untuk menjawab dan melakukannya sesuai dengan keinginan publik," ujarnya.

Terkait dukungan terhadap siapa calon pengganti Setya Novanto, DPD I NTT belum memberikan kepada siapa pun walaupun sudah ada beberapa nama yang muncul di permukaan internal partai berlambang beringin ini.(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.