LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Usai Pilgub bakal dinonaktifkan, Ahok yakin Djarot bisa pimpin DKI

Usai Pilgub bakal dinonaktifkan, Ahok yakin Djarot bisa pimpin DKI. Basuki T Purnama mengungkapkan usai menjalani cuti tidak akan langsung menempati jabatannya kembali karena masih berstatus terdakwa. Dia pun yakin Djarot Saiful Hidayat mampu menggantikan posisinya untuk sementara.

2016-12-27 12:21:39
Ahok-Djarot
Advertisement

Basuki Tjahaja Purnama langsung menuju Rumah Pemenangan Lembang usai menjalani sidang kasus dugaan penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Di hadapan para pendukungnya, dia mengungkapkan jika perjuangannya di Pilkada DKI 2017 dan sidang masih panjang.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, masih akan terus maju agar kembali memimpin Pemprov DKI Jakarta selama lima tahun berikutnya. Dia meminta dukungan dari semua pihak agar pemilihan gubernur di ibu kota berjalan satu putaran saja.

Dalam kesempatan ini pula, dia mengutarakan bahwa usai cuti tidak akan langsung menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sebab dengan status terdakwa, maka dirinya akan dinon-aktifkan hingga kasusnya selesai. Sehingga tapuk kepemimpinan akan dilanjutkan oleh Djarot Saiful Hidayat karena dia sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Tanggal 12‎ Februari saya enggak mungkin kembali bertugas jadi gubernur. Pasti akan di non-aktifkan. Banyak yang tanya, apakah Djarot mampu? Banyak yang nyangka Djarot titipan PDIP, itu salah," kata Ahok di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/12).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan,‎ masuknya Djarot sebagai pendampingnya atas dasar pilihannya sendiri. Sebab kala itu, PDI Perjuangan tengah memperjuangkan Boy Sadikin untuk menduduki posisi Wakil Gubernur DKI usai Joko Widodo menjadi Presiden Indonesia.

"Saya ngotot sama Ibu Mega, mungkin banyak orang PDIP yang protes. Yang berani ngotot ke Ibu Mega cuma Ahok. Saya bilang ke Ibu Mega kalau enggak kasih saya Djarot saya enggak akan gabung ke PDIP," terangnya.

Walaupun sebelumnya Ahok sempat ingin maju bersama Heru Budi Hartono secara independen dalam Pilkada DKI Jakarta. Sebab sebenarnya dia ingin maju melalui PDI Perjuangan bersama dengan mantan Wali Kota Blitar itu. Sebab hatinya sebenarnya sudah tertambatkan di Djarot.

"Sebelum pengumpulan KTP pun saya minta Djarot. Pas PDIP enggak mau kasih makanya saya pilih Heru. Mega tanya, ada apa dengan Ahok, Djarot yang milihkan Ahok," tutupnya.

Baca juga:
Aksi Gadis Ahok bagi-bagi alat kebersihan kepada warga Cilandak
Bagi-bagi sapu di Cilandak, Gadis Ahok minta warga sadar kebersihan
Datang di Kampanye Djarot, Wali Kota Jakarta Barat disanksi teguran
Ahok-Djarot tetap buka Rumah Lembang di sela-sela Natal & Tahun Baru
Ahok ingin jadikan rusun dan RPTRA sebagai pusat kesenian

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.