TKN Minta Masalah DPT Jangan Dipakai Untuk Mendelegitimasi Pemilu
Arya menyebut masalah DPT ini bakal terus didorong. Dia menuturkan terus mendukung perbaikan kalau memang ada data valid terdapat kesalahan.
Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menuntaskan masalah daftar pemilih tetap (DPT). TKN mendukung karena ingin pemilu bersih. Hal itu menanggapi BPN Prabowo-Sandiaga yang melaporkan dugaan kejanggalan ke DPT.
"Kita setiap ada masukan baik dari partai maupun peserta pemilu sekalipun kalau memang ada data yang harus diperbaiki oleh penyelenggara, kita dukung," ujar Jubir TKN Arya Sinulingga di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/3).
Arya menyebut masalah DPT ini bakal terus didorong. Dia menuturkan terus mendukung perbaikan kalau memang ada data valid terdapat kesalahan.
"Kalau itu memang data valid ayo dorong penyelenggara pemilu untuk perbaiki data supaya penyelenggaraan pemilu memiliki legitimasi yang kuat jadi kita support," katanya.
Di sisi lain, Arya meminta masalah DPT ini jangan dipakai sebagai cara mendelegitimasi proses pemilu. Dia menduga cara ini dipakai karena elektabilitas capres 02 Prabowo Subianto.
"Silakan bisa diselesaikan dengan cara yang elegan tanpa ada usaha-usaha untuk berusaha mendelegitimasi proses pemilu," ucapnya.
Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga kembali melaporkan temuan terkait DPT ke KPU. Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo menjelaskan, tim informasi teknologinya menemukan masalah ada 17,5 juta nama yang janggal.
Baca juga:
Penjelasan Kemendagri Soal Temuan BPN Prabowo Ada 9,8 Juta Orang Lahir di 1 Juli
Bawaslu Bali Kembali Temukan WNA Masuk DPT, Kini Totalnya 60 Orang
Bawaslu Temukan 14 WNA Masuk DPT DIY
Temukan DPT Ganda, Hashim Djojohadikusumo Bersama Koalisi Adil Makmur Lapor ke KPU
BPN Prabowo Temukan 17,5 Juta DPT Janggal: Ada 9,8 Juta Orang Lahir 1 Juli
KPU Bali Temukan 32 WNA Masuk DPT, Bawaslu Dapat 59 Orang