LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

TKI ilegal banyak karena tergiur iming-iming gaji tinggi

Permasalahan ini berada di hulu, sementara di hilir, BNP2TKI mengklaim sudah bisa mengatasinya.

2014-01-16 18:31:08
TKI
Advertisement

Direktur Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Brigjen Bambang Purwanto, mengatakan penyebab banyaknya pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal karena iming-iming gaji besar.

Hal itu menyebabkan banyak masyarakat tergiur untuk menjadi TKI di luar negeri. Jadi masalah TKI ini, kata dia, bukan terletak di ujung, melainkan sejak awal mereka sudah diiming-imingi gaji dan biaya tinggi ke luar negeri.

"Jadi dari situ lah muara terjadi pemberangkatan secara ilegal dilakukan dengan memangkas birokrasi untuk mendapatkan keuntungan lebih," ujar Bambang Purwanto kepada wartawan saat ditemui di Direktorat Krimsus Polda Metro Jaya, Kamis (16/1).

Bambang juga menerangkan, BNP2TKI selama ini tidak menemui kendala berarti menangani masalah TKI ini. Sebab, semua telah diatur dalam Undang-undang mengenai pemberangkatan TKI .

"Kalau mau dicegah, di hulu yang pemberangkatan TKI ilegal. Selama ini, kita selalu ada di hilir dan semuanya pun ditangkap," ujar Bambang.

Mengenai adanya orang-orang dalam yang terlibat, dia belum dapat memastikan. Namun Bambang berjanji nanti akan ada penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami hal tersebut.

"Saya belum bisa banyak bicara, karena masih dalam penyelidikan. Kalau oknum belum tau, selama penempatan ini gak ada masalah." terang Bambang.

Mengenai Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KNKLN) milik 21 calon TKI yang dipalsukan, dia membenarkan bila kartu itu memang palsu. Sebab, kata dia, kalau KNKLN asli akan muncul identitas TKI saat dideteksi di Bandara.

"Mulai dari nama, alamat, pengguna, tujuan terdeteksi. Namun ini (KNKLN 21 TKI) tidak muncul. Kami masih mengungkap kartu palsu tersebut. Biasanya ada nomor register dan ini masih dicari, apakah asli atau palsu," katanya.

"Termasuk Gamka adalah klinik uji kesehatan, apakah dipalsukan atau tidak, penyidik masih proses, termasuk asuransi yang dikeluarkan asli atau tidak masih dilihat."

Bambang berjanji akan mengejar dua tersangka yang saat ini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) yaitu SBR dan AF yang ditetapkan oleh Polda Metro Jaya.

"Tapi apakah tersangka ada di luar negeri, menurut informasi ada di Abu Dhabi, kita akan kerja sama bersama Polda Metro Jaya ke sana untuk melakukan penangkapan pada aktor intelektualnya tersebut," ujarnya.

(mdk/mtf)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.