Tjatur Sapto Edy: PAN Kini dengan New Image, Kembali ke Jati Diri Partai Tengah
PAN merasa nomor tersebut memudahkan pemilih untuk mengenal partai. Sekretaris Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN, Tjatur Sapto Edy, menyambut gembira nomor urut yang sama dengan Pemilu 2019 itu.
PAN memilih untuk tidak melakukan kocok ulang nomor urut. Sehingga PAN menggunakan nomor 12 dalam Pemilu 2024.
PAN merasa nomor tersebut memudahkan pemilih untuk mengenal partai. Sekretaris Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN, Tjatur Sapto Edy, menyambut gembira nomor urut yang sama dengan Pemilu 2019 itu.
"Nomor ini kan sama dengan (Pemilu) 2019, jadi memudahkan para simpatisan dan pemilih untuk memilih kembali nomor 12," ujar Tjatur saat dihubungi, Jumat (16/12).
Menurut dia, semua nomor urut yang didapatkan parpol peserta Pemilu 2024 sebenarnya baik. Tidak ada nomor mujur atau nomor sial.
"Semua nomor itu baik, kita tidak akan berpikir klenik, ya. Misalnya 12 itu artinya apa, lalu nomor 8 atau 9 artinya apa, karena semuanya baik," imbuhnya.
Menurut Tjatur, yang membedakan setiap partai adalah kerja keras, prestasi, dan perjuangan partai mengadu gagasan.
"Pecahkan problematika bangsa, bagaimana membawa bangsa ini ke luar dari kesulitan ekonomi global dengan memperkecil risiko-risiko dan imbasnya," jelasnya.
Mantan pimpinan Komisi III DPR RI ini pun menegaskan, PAN memasang target untuk menjadi partai besar pada Pemilu 2024.
"PAN sekarang membangun new image, kembali ke jati diri partai tengah untuk mengayomi semua, menampung semua, merangkul berbagai golongan dan latar belakang anak bangsa," ungkap Tjatur.
Dia meyakini posisi tengah itu sangat strategis bagi PAN karena bisa merangkul ‘golongan tengah’ yang secara jumlah paling besar. Selain itu, posisi tengah pun sesuai dengan ajaran religi.
"Ajaran religiositas juga mengajarkan dalam menangani perkara itu yang sebaik-baiknya adalah merangkul kanan kiri, setiap perkara ditangani proprosional dan adil," ujarnya.
Lebih jauh, Tjatur mengungkapkan, rencana PAN menyosialisasikan gagasan-gagasan kebangsaan, terutama tentang bagaimana mengatasi krisis ekonomi global, dalam waktu dekat.
"Yang PAN kedepankan adalah rasionalitas dan merangkul semua golongan. PAN akan meneguhkan jati diri di situ sehingga target suara dua digit pada Pemilu 2024 bukan isapan jempol. Kita harus mencapainya karena (PAN) sudah berumur 24 tahun," tutur Tjatur.
(mdk/rnd)