Timses nilai elektabilitas Jokowi tinggi karena strategi kampanye berhasil
Sekretaris Koalisi Indonesia Kerja, Hasto Kristiyanto menilai elektabilitas itu dapat tercapai karena kampanye Jokowi-Ma'ruf berdasarkan kinerja dan program, serta memajukan kesantunan publik, yang dapat diterima rakyat.
Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terkait elektabilitas dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden menjelang Pilpres 2019. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin jauh meninggalkan Prabowo-Sandiaga.
Sekretaris Koalisi Indonesia Kerja, Hasto Kristiyanto menilai elektabilitas itu dapat tercapai karena kampanye Jokowi-Ma'ruf berdasarkan kinerja dan program, serta memajukan kesantunan publik, yang dapat diterima rakyat.
"Elektabilitas tinggi kami syukuri sebagai energi positif, pemacu semangat untuk lebih masif lagi turun ke daerah dan memenangkan hati rakyat untuk Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Minggu (7/10).
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu menyindir bagaimana strategi kubu Prabowo-Sandiaga. Seperti memakai dugaan penganiyaan Ratna Sarumpaet, yang belakangan terbongkar sebagai kebohongan. Cara itu dipakai oleh Donald Trump saat pemilu Amerika Serikat.
"Sementara di kelompok sebelah, lebih memilih serangan tajam, bahkan menerapkan jurus model Donald Trump ataupun teknik firehouse of the falsehood Rusia yang tidak sesuai budaya timur. Berbagai model kampanye dengan nada ancaman seperti Indonesia akan bubar, harga sepiring nasi di Jakarta lebih mahal dari Singapura," kata Hasto.
Strategi tersebut terbukti hanya menjadi bahan tertawaan. "Ternyata menjadi bahan tertawaan rakyat dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Apapun masyarakat Indonesia lebih menghormati sosok yang jujur, ramah, dan bersahabat, daripada sosok yang kontroversial dan grusa-grusu," jelas Hasto.
Kendati demikian, Hasto meminta tim kampanye dan relawan tidak puas hanya berdasarkan elektabilitas survei. Dia menegaskan tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf mengedepankan narasi yang bertumpu pada peningkatan kualitas manusia.
"Elektabilitas tinggi harus diikuti oleh gerakan dari rumah ke rumah, menghadirkan keberhasilan Pak Jokowi untuk rakyat. Pada kesempatan yang sama, daya dukung ulama karismatik yang kaya pengalaman serta menjadi pengayom rakyat seperti Kiai Ma’ruf Amin terus memerkuat kepemimpinan Pak Jokowi," pungkasnya.
Baca juga:
Janji Jokowi yang belum terealisasi bukan berarti hoaks, ini penjelasan Timses
Kubu Jokowi bantah dana besar IMF-World Bank terbuang percuma
PSI nilai kasus hoaks Ratna tanda kepemimpinan Prabowo lemah & gampang dibohongi
Pendukung Prabowo diklaim ke Jokowi, Gerindra bilang 'Rommy mimpi di siang bolong'
Cegah kampanye hitam & hoaks, Timses Jokowi usul pertemuan dengan kubu Prabowo
GenMilenial, pasukan udara pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin