Timses klaim banyak relawan Agus-Sylvi dukung Ahok-Djarot
Timses klaim banyak relawan Agus-Sylvi dukung Ahok-Djarot. "Tapi secara parpol belum ada deklarasi," kata Ketua Tim Pemenangan Basuki-Djarot, Prasetio Edi Marsudi.
Tim pemenangan pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Ahok-Djarot, terus berkomunikasi dengan partai pengusung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di putaran pertama. Namun sejauh ini, komunikasi itu belum membuahkan hasil, apakah akan mengalihkan dukungan untuk mereka atau tidak.
Ketua Tim Pemenangan Basuki-Djarot, Prasetio Edi Marsudi mengatakan, dukungan kebanyakan datang dari relawan Agus-Sylvi. Sementara partai-partainya belum bersikap.
"Selama ini parpol belum pastikan, relawan-relawan nomor 1 banyak yang dukung ke kita. Tapi secara parpol belum ada deklarasi," katanya di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/3).
Soal niat Ahok bertemu keluarga Presiden ke 2 RI, Soeharto, Prasetio mengaku belum tahu. Dia meminta ditanyakan pada Djarot.
"Saya tidak tahu. Tanya saja ke Pak Djarot," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengakui kampanye diam-diam yang dilakukan Ahok merupakan strategi kampanye putaran dua.
"Semua pertarungan pasti punya strategi, begini-begini. Itu hak kita. Habis ini paripurna. Semua sama Ahok-Djarot dimunculkan," kata pria yang juga Ketua DPRD DKI Jakarta ini.
Terkait kunjungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, menurut dia, untuk memastikan bahwa relawan dengan partai pengusung Ahok-Djarot harus satu suara untuk menang.
"Pokoknya pendalaman, penguatan, kita harus menang, begitu loh," tutup pria yang akrab disapa Pras ini.
Baca juga:
Tiga pesan Megawati untuk pendukung Ahok-Djarot
Relawan teriak 'Jokowi-Ahok' saat Mega tanya calon di Pilpres 2019
Ini alasan Megawati akhirnya usung Ahok-Djarot di Pilgub DKI
Menangkan Ahok-Djarot, timses fokus dekati warga Jaktim & Jaksel
Ahok: Aku juga mau ke keluarga Cendana
Megawati bakal kerahkan ibu-ibu buat menangkan Ahok-Djarot
Di depan relawan, Megawati beberkan Ahok ingin dipanggil Basuki