Timses Anies-Sandi kembali temukan 900 ribu selebaran kampanye hitam
Sebanyak 900 ribu lembar selebaran berisi fitnah terhadap pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno kembali ditemukan di kawasan Jakarta Barat. Kali ini tim sukses mereka menemukan ratusan ribu selebaran kampanye hitam '10 Kebohongan Anies Sandi' dan 'Tokoh-Tokoh Hebat di balik Anies-Sandiaga'.
Sebanyak 900 ribu lembar selebaran berisi fitnah terhadap pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno kembali ditemukan di kawasan Jakarta Barat. Kali ini tim sukses mereka menemukan ratusan ribu selebaran kampanye hitam '10 Kebohongan Anies Sandi' dan 'Tokoh-Tokoh Hebat di balik Anies-Sandiaga'.
Temuan itu didapat dari sebuah rumah kontrakan di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat Jumat (10/2) malam. Hal ini pun sangat disayangkan Timses Anies Sandi lantaran ditemukan di masa tenang mendekati hari pencoblosan.
"Itu ditemukan Panwas dan itu sudah jelas. Fitnah ini buka hanya saja menimpa pasangan calon tetapi juga merambat ke keluarga calon," kata Taufik di Posko Pemenangan Anies Sandi, Jakarta Pusat, Senin (13/2).
Penyebaran fitnah tersebut, kata Taufik, sangat tak pantas dilakukan di masa tenang. Sebab adanya selebaran itu membuat masa tenang harusnya damai malah menjadi kembali panas.
"Ini biadab dan terus terang karena melanggar segala hal aturan di langgar dan semua menjadi panas padahal semua sepakat berjalan dengan tertib aman dan jujur," jelas Taufik.
Menurutnya fitnah tersebut merupakan puncak dari rangkaian fitnah yang kepada pasangan Anies-Sandi. Sebagaimana diketahui sebelumnya Anies sempat difitnah tentang keagamaan sebagai syiah atau wahabi. Lalu juga tuduhan aktif dalam Jaringan Islam Liberal (JIL), tuduhan poligami, korupsi Tunjangan Profesi Guru 23 triliun dan berbagai tuduhan lainnya.
Untuk itu, di meminta aparat kepolisian tegas mengusut pelanggaran dalam Pilgub DKI yang merugikan paslon nomor urut 3.
"Mestinya kepolisian memproses lebih cepat juga karena semua persidangan terkait Pilkada dipercepat. Jadi harusnya besok polisi udah umumkan pelaku dibalik kampanye hitam ini," ungkap Taufik.
Dia pun menggambarkan skala dari fitnah ini. Apabila satu lembar dibaca oleh 10 orang maka yang membaca jumlahnya 9 juta orang. "Itu jumlah yang tidak sedikit, lebih banyak dari jumlah pemilih yang ada di Jakarta," terangnya Taufik.