Timses Ahok tuding Anies-Sandi beri dukungan buat aksi 313
Perdebatan antara tim sukses Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga, terus memanas. Mereka kini berselisih soal tudingan terhadap dukungan aksi 313.
Perdebatan antara tim sukses Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga, terus memanas. Mereka kini berselisih soal tudingan terhadap dukungan aksi 313.
Itu disampaikan tim sukses Ahok-Basuki, Emmy Hafild. Dia berdebat dengan Ketua tim sukses paslon Anies Baswedan-Sandiaga, Mardani Ali Sera. Menurut Emmy, dukungan aksi diberikan Anies-Sandiaga untuk menurunkan elektabilitas Ahok-Djarot.
"Kita lihat saja, tak ada respon dari Anies-Sandi untuk menolak aksi yang tak perlu itu. Malah mempersilakan dan mendukung," kata Emmy dalam sebuah diskusi bertajuk 'Adu Program Vs Kampanye', Jakarta, Sabtu (1/4).
Emmy juga menyatakan jika aksi melibatkan sejumlah ormas Islam, juga melibatkan sejumlah pendukung Anies-Sandiaga. "Kami menyesalkan langka Anies - Sandi yang terkesan mendukung itu, terutama komitmen kampanye yang bebas SARA," ujar dia.
Menanggapi pernyataan itu, Mardani tidak terima. Dengan nada meninggi, Mardani menolak bila pasangannya disebut mengerahkan massa untuk melakukan aksi 313. "Kami kan hanya katakan, kalau demo atau unjuk rasa, seharusnya dilakukan dengan damai. Apalagi unjuk rasa didukung undang-undang," kata Mardani. "Jadi, mana ada yang mendukung. Enggak ada itu."
Tak sampai di situ, Mardani juga menolak tudingan Emmy jika Anies-Sandiaga didukung banyak tokoh ormas garis keras. "Yang namanya orang dukung kan silakan saja, masak dilarang-larang," terangnya.
Baca juga:
Ogah komentari soal DP rumah nol rupiah, Ahok khawatir Anies marah
Ahok jawab Sandiaga: Ini belum tersangka saja sudah nuduh-nuduh
Golkar gelar pengajian, Nusron bekali saksi strategi lawan SARA
Ahok soal kartu buat lansia: Mereka dapat Rp 20.000/hari buat makan
Diskusi soal kampanye, Timses Ahok-Djarot & Anies-Sandi adu mulut
KPUD DKI sebut pemilih dapat intimidasi di putaran kedua Pilgub