LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Timses Ahok-Djarot targetkan Rp 25 M dana kampanye putaran dua

Timses Ahok-Djarot targetkan Rp 25 M dana kampanye putaran dua. Timses Ahok-Djarot masih memiliki sisa dana kampanye dari putaran pertama sebesar Rp 4,8 miliar, jadi totalnya Rp 29,8 miliar. Pengumpulan dana kampanye putaran kedua akan digunakan untuk pelatihan saksi di TPS, iklan, serta logistik kampanye.

2017-03-07 20:15:17
Pilgub DKI
Advertisement

Tim sukses (timses) Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat (Badja) kembali membuka rekening untuk pengumpulan dana kampanye putaran kedua Pilgub DKI. Di putaran kedua kali ini, timses Ahok-Djarot menargetkan dana patungan yang lebih besar dibandingkan saat putaran pertama.

"Sebelumnya kan kita targetkan Rp 50-80 miliar dalam tiga bulan (putaran pertama). Dan untuk 1,5 bulan ini kami targetkan Rp 25 miliar sepertinya tidak terlalu besar dan wajar," kata Bendahara timses Badja, Charles Honoris di Rumah Cemara, Menteng, Selasa (7/3).

Charles mengungkapkan timses Ahok-Djarot masih memiliki sisa dana kampanye dari putaran pertama sebesar Rp 4,8 miliar. Dana itu tidak disetor ke negara dengan alasan boleh digunakan sesuai aturan KPU. Uang tersebut akan digunakan untuk kebutuhan kampanye putaran kedua. "Jadi totalnya Rp 29,8 miliar untuk putaran kedua," ujarnya.

Advertisement

Pengumpulan dana kampanye putaran kedua akan digunakan untuk pelatihan saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS), pembuatan iklan, serta keperluan logistik selama masa kampanye. Patungan ini dilakukan melalui dua cara yaitu secara online lewat website www.ahokdjarot.id/patungan dan juga secara tunai di Bank BCA di seluruh Indonesia.

Pada akhir kampanye putaran kedua, timses Badja berencana akan menggunakan sisa dana kampanye untuk mendukung program Pemprov DKI yang digagas Ahok-Djarot yakni membeli Trans Care.

"Bisa saja dipakai untuk Trans Care, semacam armada kecil untuk penyandang disabilitas atau penyandang sosial yang lainnya. Tetapi ini belum diputuskan, kalau selesai putaran kedua baru diputuskan," ucapnya.

Advertisement
(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.