LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Tanggapi Survei Indikator, PKS Jamin Kader Solid Dukung Prabowo-Sandi

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi bidang politik, Suhud Aliyuddin menganggap, temuan lembaga survei Indikator Politik Indonesia hal lumrah. Dalam temuan Indikator Politik Indonesia, hampir semua partai politik tidak solid mendukung kandidat capres-cawapres di Pilpres 2019.

2019-01-24 10:17:40
PKS
Advertisement

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi bidang politik, Suhud Aliyuddin menganggap, temuan lembaga survei Indikator Politik Indonesia hal lumrah. Dalam temuan Indikator Politik Indonesia, hampir semua partai politik tidak solid mendukung kandidat capres-cawapres di Pilpres 2019.

"Kami kira hasil temuan itu wajar karena pilihan capres dengan pilihan caleg belum tentu sama. Ada pemilih yang setuju dengan capres namun pilihan partai atau anggota legislatifnya berbeda," kata Suhud saat dikonfirmasi, Kamis (24/1).

Kendati demikian, ia meluruskan hasil survei tersebut tidak seluruhnya bisa dikatakan kader partai politik, melainkan simpatisan partai. Simpatisan, kata Suhud, tidak bisa otomatis dianggap sebagai kader partai.

Advertisement

Sebab, dia menegaskan, seluruh kader PKS solid mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu.

"Di internal kader PKS solid mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Namun, pemilih PKS yang bukan kader (simpatisan) bisa jadi pilihannya berbeda ketika memilih capres-cawapres dengan sikap struktur atau kader PKS," kata Suhud yang juga Ketua DPP PKS itu.

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia tercatat PKS, sebagai partai pengusung Prabowo-Sandi, hanya menyumbang 73,7 persen. Sedangkan 21,1 persen simpatisan PKS mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Advertisement

Fenomena ini disebut sebagai split-ticket voting, yaitu pilihan elite partai yang tidak sejalan dengan keinginan basis massa mereka.

Survei tersebut dilakukan sejak 16-26 Desember dengan metode multistage random sampling, melibatkan 1.220 responden, tingkat kekeliruan kurang lebih 2,9 persen.

Baca juga:
Dukungan Tak Solid Golkar, Hanura dan PPP di Pilpres Diduga Karena Masalah Internal
Survei Indikator: Hampir Semua Partai Tak Solid Dukung Paslon di Pilpres 2019
Indikator: PDIP 21,6%, Gerindra 12,2%, Golkar 10,7%, Swing Voters 16,5%
Mengapa Hasil Survei Jokowi vs Prabowo Subianto Berbeda-beda?
Survei Indikator Unggul, TKN Sebut Serangan Hoaks Tak Berdampak ke Jokowi
Tren Survei Jokowi Turun, SBY Akan Makin Gencar Keliling Indonesia
Jelang Debat Perdana, Direktur Indikator Ingatkan Untuk Tak Sepelekan Ma'ruf

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.