Tanggapan Wapres Soal Candaan Cak Imin Usul Tunda Pemilu untuk Tolong Dirinya
Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi menilai, apa yang disampaikan oleh Cak Imin adalah guyonan.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku mengusulkan penundaan pemilu karena ingin menolong Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Pernyataan ini dinilai hanya sekadar candaan di kalangan internal NU.
Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi menilai, apa yang disampaikan oleh Cak Imin adalah guyonan.
“Walaupun memang mungkin Cak Imin sebagai pimpinan partai berwacana dari awal seperti itu. Tapi kalau Kiai Ma'ruf sudah jelas memberikan pernyataan bahwa tugas Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf itu sampai 2024. Itu pernyataan Kiai Ma'ruf konsisten menyatakan seperti itu,” katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (19/4).
Sikap Ma’ruf tersebut kemudian semakin dipertegas Presiden Joko Widodo yang menyatakan tidak akan ada istilah tiga periode ataupun penundaan pemilu 2024.
“Kemudian seluruh perangkat kenegaraan itu disiapkan untuk menyongsong Pemilu 2024. Bahkan kemarin kemudian Pemerintah dalam hal ini, Pak Jokowi, Presiden, sudah melantik KPU,” terangnya.
Baidlowi menduga, apa yang disampaikan Cak Imin soal penundaan Pemilu 2024 untuk menyelamatkan Wapres Ma’ruf hanya sekadar candaan.
“Apalagi kalau itu dinyatakan oleh Cak Imin, dalam forum intern ulang tahun pergerakan Islam Indonesia yang dihadiri wapres. Mungkin suasananya ya ada joks-joks,” tutupnya.
Sebelumnya, Cak Imin ingin menolong Ma'ruf ketika diminta pertanggungjawaban di akhirat nanti karena pemerintah tidak bisa banyak berbuat karena dua tahun pandemi Covid-19.
"Saya itu usul dalam rangka menolong Kiai Maruf, dalam menolong rakyat," ujar Cak Imin dalam acara puncak peringatan hari lahir PMII ke-62 dikutip dari tayangan YouTube PMIIOFFICIAL, Selasa (19/4). Dalam acara PMII ini turut dihadiri oleh Wapres Ma'ruf Amin.
"Kenapa menolong Kiai Ma'ruf supaya nanti di akhirat ditanya kurang ini kurang itu, alasannya dua tahun pandemi enggak bisa apa-apa," tegasnya.
Alasan ingin menolong masyarakat pun kurang lebih sama. Sebabnya pandemi membuat masyarakat kesulitan.
"Nah untuk rakyat juga omongnya begini, ini kurang ini kurang itu pemerintah kurang ini kurang itu ya kan ada pandemi dua tahun. Dua tahun stuck enggak ngapa-ngapain," ujar Cak Imin.
Wakil Ketua DPR RI ini juga mencontohkan di DPR anggaran lebih banyak habis untuk penanganan pandemi daripada untuk pembangunan. Sampai kebijakan pemindahan ibu kota negara belum dapat dijalankan sepenuhnya oleh pemerintah. Sehingga wajar dirinya mengusulkan penundaan pemilu.
"Anggaran di DPR abis untuk urusin pandemi, IKN belum tergarap sama sekali gara-gara dua tahun kita. Ya wajar ada usulan itu," ujarnya.
Ujaran itu disampaikan karena sebelum naik panggung, Cak Imin mengaku ditegur Wapres Ma'ruf. Sebabnya, Ketua Umum PMII yang berpidato lebih dulu menolak penundaan pemilu, sementara Cak Imin adalah tokoh yang mengusulkan penundaan pemilu.
"Saya tadi sebelum naik panggung ditegur oleh Kiai Maruf. Tadi ketua PMII menolak pemilu ditunda. Ini yang mau pidato yang mengusulkan pemilu ditunda," kata Cak Imin.
Ia pun menegaskan dalam negara demokrasi tidak ada larangan untuk mengusulkan penundaan pemilu. Menolaknya pun tidak ada masalah.
"Namanya usul masa enggak boleh, emang negara demokrasi enggak boleh usul? Ya kalau PMII menolak ya gpp orang negara demokrasi boleh ditolak," pungkasnya.
(mdk/fik)