Takut Langgar Aturan, Jokowi Ganti Bagi-Bagi Sepeda dengan Foto Bareng
Jokowi mengganti hadiah sepeda dengan foto dirinya yang sedang berdialog bersama kepala desa di atas podium. Foto itu diberi sampul dengan logo Istana Kepresidenan Republik Indonesia.
Presiden Joko Widodo mengaku tak bisa lagi membagikan sepeda pada setiap orang yang ia panggil ke panggung dalam sebuah acara kunjungan kerja karena sudah mendekati Pemilihan Presiden. Sebab, dia harus menjaga etika agar tak dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengingat dirinya adalah calon presiden petahana.
Hal itu ia katakan saat memanggil tiga orang kepala desa dalam acara pengarahan Presiden RI kepada Silaturahmi Nasional Pemerintahan Desa Se-Indonesia di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (10/4).
Di acara itu, Jokowi mengganti hadiah sepeda dengan foto dirinya yang sedang berdialog bersama kepala desa di atas podium. Foto itu diberi sampul dengan logo Istana Kepresidenan Republik Indonesia.
"Biasanya yang maju ke depan saya beri sepeda. Dalam proses menuju pilpres engga boleh ngasih sepeda nanti bisa kena masalah dengan Bawaslu oleh sebab itu saya beri foto saja," kata Jokowi.
Jokowi sedikit berguyon dengan tiga kepala desa yang dipanggil ke podium untuk berdialog. Kata dia, foto dengan sampul Istana Kepresidenan itu bisa ditukar atau seharga dengan 20 sepeda.
"Kalau mau dituker lebih dari 20 sepeda karena di belakang album foto Istana Presiden RI," tutupnya.
Baca juga:
Kampanye Habis-habisan Jokowi dan Prabowo Sebelum Pencoblosan
Sepekan Lagi Nyoblos, 2 Wilayah Ini Sulit Ditaklukkan Jokowi dan Prabowo
Indomatrik: Prabowo-Sandi Menang Selisih 7,15 Persen dari Jokowi-Ma'ruf
Aksi eks Pendukung Jokowi di Kampanye Prabowo-Sandi
Hadiri Silaturahmi Nasional Pemerintah Desa, Jokowi Diteriaki 'Lanjutkan'
Santri dan Pengasuh Ponpes se-Indonesia Deklarasi Jihad Menangkan Jokowi-Ma'ruf
Jokowi Ngaku Pernah Diancam Saat Mau Ambil Alih Saham Freeport