LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Tak punya parpol, 6 orang ini bermimpi jadi capres

Hingga kini, UU Pilpres belum membolehkan munculnya capres dari jalur perseorangan.

2012-12-27 07:33:00
Capres 2014
Advertisement

Bursa calon presiden yang akan bertarung di Pemilihan Presiden 2014 baru diramaikan oleh calon-calon muka lama dan rata-rata ketua umum Partai.

Sebut saja Aburizal Bakrie yang sudah resmi diusung Partai Golkar, Prabowo Subianto yang akan dimajukan oleh Partai Gerindra, Hatta Rajasa oleh Partai Amanat Nasional, Wiranto di Partai Hanura, hingga Megawati Soekarnoputri yang belum ada pesaingnya sebagai capres PDIP.

Di luar itu, ada nama-nama yang tidak memiliki jabatan politik tapi berulangkali diunggulkan dalam survei seperti Jusuf Kalla, Mahfud MD, Sri Mulyani, hingga pengusaha Chairul Tanjung dan Harry Tanoesoedibjo.

Nah, selain dua kelompok calon tersebut, ada juga calon-calon alternatif yang meski tidak punya partai berani menyatakan diri sebagai bakal capres. Ada yang mencoba mendekati partai politik menawarkan gagasannya, ada yang terkesan nekat mendeklarasikan diri sebagai capres independen.

Siapa saja mereka? Ini keenam orang yang bermimpi jadi capres.

Rizal Mallarangeng

Andi Rizal Mallarangeng atau akrab disapa Celi, pernah mendeklarasikan diri akan ikut Pilpres 2009. Ketika itu dia beriklan besar-besaran dengan muncul di berbagai media seperti baliho dan iklan yang durasi cukup lama di televisi dengan kode "RM 09" pun dipasangnya. Sebuah strategi yang mencontek gaya capres Barrack Obama dengan "Obama 08" pada Pilpres AS 2008. Salah satu jargon yang dipakainya ketika itu adalah: When there's a will, there's a way.

Mengaku hanya menawarkan gagasan dan mengetes respons pemilih, adik bekas Menpora Andi Mallarangeng itu tidak mendapat tawaran dari satupun partai politik. Niatnya maju dari jalur independen pun terbentur konstitusi. Doktor lulusan bidang ilmu politik di Ohio State University itu pun tak melanjutkan rencananya. Rizal kini aktif di Partai Golkar dan menjadi salah satu ketua DPP di bawah pimpinan Ketua Umum Aburizal Bakrie.

Advertisement

Rhoma Irama

Awal November 2012 lalu, Si Raja Dangdut Rhoma Irama membuat heboh. Ketika itu, puluhan ulama di Jatinegara, Jakarta Timur, mendeklarasikan dukungan untuk Rhoma agar maju di Pilpres 2014 mendatang. Para ulama itu tergabung dalam Wadah Silaturahim Asatidz, Tokoh dan Ulama (Wasiat Ulama).

Rhoma sendiri mengakui jika di Pilpres 2014 dia siap maju. Sebab selama ini, dia pernah ditawari maju saat Pilpres 2009. Rhoma yang pernah jadi juru kampanye PPP dan Golkar saat era orde baru yakin modal popularitasnya akan membuat peluangnya sebagai capres terbuka lebar.

Advertisement

Fadjroel Rachman

Mantan aktivis mahasiswa tahun 80-an ini sudah lama mendeklarasikan diri sebagai capres independen. Fadjroel pernah menggugat UU 42/2008 tentang Pilpres yang tidak mengakomodir capres dari jalur perseorangan.

Namun gugatannya kandas di Mahkamah Konstitusi. Fadjroel gagal maju di Pilpres 2009.

Menghadapi Pilpres 2014, Fadjroel mengaku siap maju lagi dari jalur independen. "Saya sebelumnya tidak pernah membayangkan, bagaimana calon perseorangan dapat maju sebagai gubernur. Ke depan, saya akan kembali memperjuangkan agar perseorangan dapat maju sebagai capres. Dan saya akan kembali mencalonkan presiden dari jalur independen pada tahun 2014 mendatang."

Rizal Ramli

Mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan pada Kabinet Persatuan Nasional di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid ini dikenal sebagai salah satu ekonom yang kritis.

Belakangan Rizal Ramli mendirikan Komite Bangkit Indonesia (KBI) dan saat ini sekaligus menjabat sebagai ketua. Pada Pilpres 2009, Rizal pernah mendeklarasikan diri sebagai capres independen. Dia kemudian sempat diusung oleh Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI). Namun partai itu tidak mendapat suara signifikan dan gagal bersaing di Pemilu 2009. Niat Rizal maju capres pun kandas.

Handoyo Noto Prodjo

Handoyo Noto Prodjo memang bukan siapa-siapa. Tapi karyawan swasta di sebuah perusahaan asuransi ini punya keinginan besar. Menjadi calon presiden dari jalur perseorangan. Dia pun mendeklarasikan dirinya sebagai capres di situs YouTube.

Pria yang akrab disapa Hanoto itu tampil dengan gaya ala Soekarno. Jas putih, dasi hitam, dan peci hitam dengan pin garuda emas. Mengaku tidak punya pengalaman di dunia politik praktis. Ilmu soal politik, kata dia, didapatkan saat duduk di bangku kuliah.

"Saya satu angkatan dengan Anas Urbaningrum waktu kuliah di FISIP Universitas Airlangga, Surabaya. Angkatan 88," kata pria yang akrab disapa Hanoto itu dalam perbincangan dengan merdeka.com, Rabu (26/12).

Hanoto tidak mau disebut sekadar mencari sensasi. Dia bahkan sudah menyiapkan nama-nama yang akan duduk di kabinetnya jika dia terpilih sebagai presiden.

"Saya memberanikan diri, walaupun ini dinilai mencari sensasi. Awalnya istri saya ketawa dia bilang ini ide gila," kata dia.

Meski serius mencapreskan diri, Hanoto juga sadar jika keinginannya akan terbentur aturan konstitusi. "Saya nothing to lose, mengalir saja. Jabatan (kekuasaan) itu dari Allah. Kalau bukan wahyunya, pasti lepas. Ini test case saja. Saya tidak punya target apa-apa," tandasnya.

Farhat Abbas

Satu lagi capres sensasional muncul. Dia adalah Farhat Abbas, pengacara muda yang juga suami penyanyi senior Nia Daniaty.

Melalui akun Twitter pribadinya, suami penyanyi lawas Nia Daniati ini mengusung seruan #AKUINDONESIA dan mengkampanyekan 'Calon Presiden Muda' yang tak lain adalah dirinya sendiri.

"Kalo Rakyat Indonesia memilih sy jd Presiden sy setuju Presiden yg korupsi dihukum gantung! (Farhat abbas capres MUDA AKUINDONESIA)," tulisnya lewat jejaring sosial, Selasa (25/12).

"Jadi capres sy ga punya kekuatan apa apa! Jika pun sy kuat dan menang pilpres 2014 itu kekuatan Tuhan Dan AKUINDONESIA (Farhat abbas capres)

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.