Tak ingin Golkar gaduh, Aziz Syamsuddin mundur dari caketum Golkar
Aziz mengaku pasrah setelah penetapan ketua umum partai Golkar yang dilakukan secara Aklamasi. Pun bila Airlangga mencopot dirinya dari jabatan Ketua Banggar di DPR.
Politikus Partai Golkar Aziz Syamsuddin memilih mundur dalam bursa pemilihan pengganti Setya Novanto, Ketua Umum partai Golkar. Alasannya, Aziz ingin menjaga keutuhan partai berlambang pohon beringin itu.
Dia mengaku Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lebih laik memimpin Partai Golkar menggantikan Novanto yang tersangkut kasus KTP elektronik.
"Ya saya lebih baik mundur, Pak Airlangga lebih cocok jadi ketua umum," kata Aziz santai di sela konferensi pers di Kantor DPP partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (13/6).
Aziz melanjutkan keputusannya mundur dari pencalonan Ketum Golkar baru terpikirkan saat rapat pleno berlangsung. Alasannya demi mempertahankan keutuhan partai. Dia tak ingin membuat partainya menjadi gaduh.
"Baru tadi pas rapat pleno. Menjaga suasana biar enggak gaduh," ujarnya.
Aziz mengaku pasrah setelah penetapan ketua umum partai Golkar yang dilakukan secara Aklamasi. Pun bila Airlangga mencopot dirinya dari jabatan Ketua Banggar di DPR.
"Saya pasrah saja kalau Pak Airlangga mau copot saya (dari ketua Banggar)," ungkapnya.
Baca juga:
Nusron sebut Airlangga jadi Ketum Golkar untuk mengisi kekosongan
Resmi ambil alih Golkar, ini pernyataan politik pertama Airlangga
Aziz Syamsuddin tegaskan dua kali maju Munaslub di rapat pleno Golkar
Di rapat pleno, 154 pengurus DPP Golkar desak Munaslub sebelum 19 Desember
GMPG laporkan tiga petinggi Golkar ke Bareskrim atas tuduhan pemalsuan AD/ART