LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Tabloid Indonesia Barokah Beredar, Menag Pantau Rumah Ibadah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan pihaknya terus memantau aktivitas politik praktis di rumah ibadah. Ini dilakukan setelah Tabloid Indonesia Barokah yang dianggap menyudutkan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyasar masjid-masjid.

2019-01-27 15:03:07
Tabloid Indonesia Barokah
Advertisement

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan pihaknya terus memantau aktivitas politik praktis di rumah ibadah. Ini dilakukan setelah Tabloid Indonesia Barokah yang dianggap menyudutkan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyasar masjid-masjid.

"Tentu kami memantau rumah ibadah kita," kata Lukman usai menghadiri peringatan Hari Lahir Ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (27/1).

Politikus PPP ini mengatakan, dia sudah meminta kepada seluruh jajarannya baik di tingkat provinsi, kabupaten atau kota, bahkan di setiap kecamatan untuk memantau apakah ada aktivitas politik praktis di rumah ibadah. Lukman ingin, kesucian rumah ibadah tetap terjaga dengan tidak berurusan dengan politik praktis.

Advertisement

"Kita minta agar ikut memantau apakah rumah-rumah ibadah ada aktivitas seperti itu yang bisa berpotensi membenturkan antarumat beragama itu sendiri," ujarnya.

Lukman mengimbau, pelbagai pihak menjaga kesakralan rumah ibadah. Politik praktis bisa saja digaungkan di tempat-tempat umum namun bukan tempat ibadah.

"Ya saya pikir kita harus menjaga. Semua kita umat beragama tidak hanya menjaga kesucian rumah-rumah ibadah, masjid-masjid, musala, termasuk gereja dan semua rumah ibadah untuk tidak dipengaruhi dengan aktivitas-aktivitas politik praktis. Mengapa? Karena umat, jemaah, di setiap rumah ibadah punya aspirasi politik yang beragam, berbeda-beda," jelasnya.

Advertisement

Meski demikian, Lukman tidak membatasi jika ada pihak yang memberikan pendidikan politik di rumah-rumah ibadah. Dengan catatan, pendidikan politik tersebut berorientasi pada politik kebangsaan.

"Kalau politik itu politik mencerahkan, politik kebangsaan itu tentu penting diketahui oleh publik. Tapi kalau politik praktis, ajakan untuk memilih ini, jangan memilih itu, apalagi kalau ajakan-ajakan itu mendiskreditkan pihak-pihak tertentu, menjelek-jelekan, menyebar fitnah, hoaks tidak berdasar saya pikir itu tidak ada tempat sama sekali menggunakan tempat ibadah," kata dia.

Baca juga:
Prabowo-Sandi: Ipang Wahid Patut Diduga Terlibat Tabloid Indonesia Barokah
Tabloid Indonesia Barokah Kembali Beredar di Masjid di Karawang
BPN Prabowo-Sandi Minta Pengurus Masjid Bakar Tabloid Indonesia Barokah
Tabloid Indonesia Barokah, Khofifah Ingatkan Jangan Memprovokasi di Tempat Ibadah
Tabloid Indonesia Barokah Beredar di Surabaya
TGB: Jokowi-Ma'ruf Tak Bicara Hoaks Tapi Fakta Saat Kampanye
Aria Bima Soal Tabloid Indonesia Barokah: Ini Bukan Cara TKN

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.