Syahrul Limpo ogah bayar Rp 1 M buat daftar caketum di Munaslub
Baru Syahrul yang keberatan dengan syarat setor Rp 1 M buat jadi caketum Golkar.
Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar Syahrul Yasin Limpo mengaku ogah membayar mahar syarat pendaftaran calon ketua umum Golkar senilai Rp 1 miliar. Dia berharap syarat tersebut dihapuskan saja.
"Kalau itu mahar saya tidak setuju. Saya tidak mau dihargai. Namanya mahar saya enggak setuju apapun. Silakan coret saja. Itu bagian kesetiaan saya sebagai kader. Golkar harus jadi patron budaya politik Indonesia," kata Syahrul di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (2/5).
Gubernur Sulawesi Selatan ini mengakui bahwa dirinya satu-satunya bakal calon yang berasal dari pengurus daerah. Namun dia meminta agar ada kesetaraan.
"Jangan ada yang merasa bahwa yang bisa maju hanya dari Jakarta saja. Indonesia Sabang sampai Merauke. Siapapun yang punya kapasitas kecerdasan integritas apalagi hadapi tantangan harusnya itu," tuturnya.
Syahrul juga berharap, agar Munaslub bisa merubah Partai Golkar. Dia ingin ke depannya Golkar menjaga kebersamaan dan demokrasi.
"Munas yang normatif ini harapan masyarakat Indonesia, agar partai mengawali langkah, yang kebersamaan, dan demokrasi secara adil. Saya satu-satunya dari daerah ini momentum baik bagi energi partai agar partai kembali kepada marwahnya," pungkasnya.
Sejauh ini, hanya Syahrul yang keberatan soal syarat Rp 1 Miliar buat daftar Caketum Golkar. Sementara Priyo Budi Santoso, Mahyudin, Ade Komarudin menyatakan setuju dengan syarat tersebut.
Baca juga:
Aturan Caketum Golkar setor Rp 1 M di Munaslub terganjal gratifikasi
Salah satu syarat caketum Golkar tak terlibat G30S
Panitia Munaslub buka pendaftaran calon ketum Golkar 3-4 Mei
Ini reaksi para kandidat ketum Golkar saat tahu Tommy Soeharto maju
Jika jadi ketum, Setnov akan bawa Golkar jadi loyalis Jokowi-JK
Sambil promosi bukunya, Idrus Marham mundur dari caketum Golkar
Priyo: Saya tidak ragu membawa Golkar kerjasama dengan pemerintah