Suwandi-Arja ancam mundur, KPU Denpasar minta solusi ke KPU
"Ini kita akan berkoordinasi dengan KPU apakah opsinya ditunda ke 2017 atau ada waktu penambahan," kata Jhon Darwaman.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Denpasar I Gede Jhon Darmawan menegaskan, pihaknya akan berkonsultasi dengan KPU terkait Pilwalkot Denpasar. Calon ini sudah mengancam mundur dari pencalonan dengan dalam ada kecurangan dari calon petahana.
"Ini kita akan berkoordinasi dengan KPU apakah opsinya ditunda ke 2017 atau ada waktu penambahan," kata I Gede Jhon Darwaman di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (10/8).
Menurut dia, pasangan calon tersebut belum secara resmi mengundurkan diri, tetapi mereka belum melengkapi persyaratan. KPUD tetap membuka jika ada keputusan dari KPU terkait persoalan tersebut.
"Bahasanya itu tidak dapat melengkapi persyaratan. Sementara itu mereka juga bilang akan mengajukan kembali jika ada perpanjangan. Kalau soal mundur itu kita belum mengatakannya, karena ini yang kita bicarakan nanti dengan KPU di sini," terang dia.
Lanjut dia, hanya bakal calon Wakil Wali Kota I Made Arjaya yang telah melengkapi persyaratan, sedangkan bakal calon Wali Kota I Ketut Suwandhi yang kini masih menjabat Ketua Komisi III DPRD Denpasar belum lengkap.
"Dia anggota DPRD Denpasar harus menyertai surat ke pimpinan dewan jika dia mencalonkan diri. Nah, itu yang tidak ada kemarin," papar dia.
Dia berharap KPU memberikan suatu putusan yang tetap dalam persoalan pasangan ini. Apa pun putusan KPU, kata dia, KPUD akan menindaklanjuti sebagaimana mestinya.
"Kita ingin suatu keputusan yang memang ada dasar hukum jelas. Apa pun keputusan KPU kita akan mengeksekusinya," pungkas dia.
Diketahui, akibat banyaknya masukan dan melihat pergerakan calon petahana yang menggiring seluruh PNS di wilayah Kota Denpasar, pasangan Ketut Suwandi-Made Arjaya memilih untuk tidak melanjutkan proses Pemilukada yang digulirkan pada Desember 2015.
"Banyaknya penggiringan dan ketimpangan yang terjadi pada pemilu ini. Membuat kami memilih untuk tidak melanjutkan pemilukada di kota Denpasar. Bukan kami takut, namun untuk apa melangkah sia-sia jika pihak sebelah justru melakukan penggiringan," ungkap Suwandi, di rumahnya di Denpasar, Jumat (7/8).
Pasangan yang diusung oleh koalisi Bali Mandara (KBM) yakni Golkar, Demokrat dan PAN ini memutuskan mundur dan memilih untuk siap bertemu di tahun 2017. Dengan mundurnya pasangan Suwandi maka Pilkada Kota Denpasar dipastikan akan ditunda tahun 2017.
Baca juga:
Fadli Zon: Bakal ada 83 calon kepala daerah tak lolos verifikasi KPU
Merasa tak sejalan, 25 pengurus PAN Kota Jambi ramai-ramai mundur
Di Pilkada Sulsel Agung Laksono jadi juru kampanye
Politikus PKB ini tak masalah ada calon boneka di pilkada serentak
Kawal calon kepala daerah, Babinkamtibmas di Riau dilatih Brimob
Demokrat & PAN dorong Rasiyo-Abror calon alternatif Pilkada Surabaya
Usung calon boneka asal Pilkada tak ditunda