LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Surya Paloh ingatkan partai koalisi Jokowi jangan mulai main api

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh kembali menyindir soal ada pengkhianat di dalam koalisi pendukung pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla. Menurutnya, sebagai pendukung pemerintah harusnya duduk bersama dan tidak memulai main api.

2018-05-07 00:00:00
Surya Paloh
Advertisement

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh kembali menyindir soal ada pengkhianat di dalam koalisi pendukung pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla. Menurutnya, sebagai pendukung pemerintah harusnya duduk bersama dan tidak memulai main api.

"NasDem ingin suarakan sudah cukup permainan itu. Kita duduk dalam koalisi bersikap selayaknya partai barisan koalisi," kata Paloh saat konsolidasi pemenangan Pilkada di Sumatera Selatan, di Hotel Novotel, Palembang, Minggu (6/5) malam.

Namun Paloh tidak mengungkapkan partai mana yang dimaksud. Diketahui, di koalisi Jokowi ada PDIP, Golkar, NasDem, PKB, PPP, Hanura, dan PAN.

Advertisement

"Kalau enggak suka, bilang saja saya enggak suka sebaiknya saya keluar. Jangan main 'ciluk ba', itu bikin malu," imbuhnya.

Paloh sebetulnya memahami saat ini sudah memasuki tahun politik. Namun bagi Paloh, ada semangat persahabatan yang artinya jangan sekali memikirkan akan manut saja.

"Belum tentu NasDem begitu. Dia akan berikan tamparan tetapi tamparan seorang sahabat. Kenapa? Karena itu lebih mulia daripada mencium tetapi seorang pengkhianat," katanya.

Advertisement

Sebelumnya, Surya Paloh menegaskan selalu berada di barisan koalisi pendukung pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla. Paloh pun menyindir ada partai di barisan Jokowi namun kerap menyerang pemerintah.

"Ada partai dukung pemerintah dulu, tetapi waktu pagi siang sore kita amati sebenarnya dia bukan partai pendukung pemerintah harusnya oposisi, ada partai salah tempat," kata Paloh.

Paloh melanjutkan, tidak mungkin NasDem mengkritik pemerintah. Kalau ada barisan koalisi pendukung mengkritik, lanjutnya, sudah pasti partai tersebut salah kamar.

Baca juga:
Mundur dari Demokrat, politisi ini deklarasi 'Rejo' dukung Jokowi
Survei INES: Ini janji Jokowi-JK yang paling diingat masyarakat
Survei INES: Prabowo serta Gerindra kalahkan Jokowi & PDIP
INES: 67,3 persen rakyat ingin presiden baru di 2019
Zulkifli Hasan: Saya kira pantaslah cak Imin jadi Cawapresnya pak Jokowi
Jokowi diminta tak khawatirkan AD bila jadikan Marsekal Hadi sebagai cawapres
Target Surya Paloh: NasDem 100 kursi di DPR, Haji Jokowi terpilih dua kali

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.