LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Survei SMRC: Tak Terbukti Pemilih Partai dan Jokowi Dukung Penundaan Pemilu

Dipaparkan oleh Direktur Riset SMRC Deni Irvani secara virtual pada Jumat (1/4), pemilih PDIP mayoritas menolak penundaan pemilu.

2022-04-01 16:14:40
Survei SMRC
Advertisement

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) membantah klaim Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bahwa pemilih partai politik seperti Gerindra dan Demokrat mendukung penundaan Pemilu 2024. Survei ini juga menemukan pendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan.

Dipaparkan oleh Direktur Riset SMRC Deni Irvani secara virtual pada Jumat (1/4), pemilih PDIP mayoritas menolak penundaan pemilu. Baik alasan pandemi 73 persen, keadaan ekonomi 78 persen dan pembangunan IKN 76 persen, bahkan juga menolak masa jabatan presiden diubah 77 persen.

Pemilih Golkar juga demikian, 78 persen menolak penundaan alasan pandemi, 80 persen alasan ekonomi, 80 persen pembangunan IKN, dan 74 persen menolak penambahan masa jabatan.

Advertisement

Begitu juga pemilih PKB, 75 persen menolak penundaan alasan pandemi, 73 persen alasan ekonomi, 75 persen pembangunan IKN, dan 65 persen menolak penambahan masa jabatan.

Pemilih Gerindra bahkan menolak tegas, 89 persen menolak penundaan alasan pandemi, 92 persen alasan ekonomi, 91 persen pembangunan IKN, dan 80 persen menolak penambahan masa jabatan.

Pemilih Demokrat senada dengan Gerindra. 96 persen menolak penundaan alasan pandemi, 94 persen alasan ekonomi, 90 persen pembangunan IKN, dan 68 persen menolak penambahan masa jabatan.

Advertisement

Pemilih PAN juga lebih cenderung menolak. 84 persen menolak penundaan alasan pandemi, 77 persen alasan ekonomi, 84 persen pembangunan IKN, dan 78 persen menolak penambahan masa jabatan.

"Bukan hanya pemilih PDIP pemilih Golkar, pemilih PKB termasuk pemilih Gerindra dan Demokrat yang katanya diklaim ingin penundaan pemilu itu tidak terbukti dari data kita justru sebaliknya," ujar Deni.

Menurutnya survei ini jelas membantah klaim penundaan pemilu didukung oleh pemilih partai-partai. Hasilnya malah sebaliknya.

"Mayoritas pemilih dari partai politik itu ingin pemilu tetap diadakan 2024 jadi menolak penundaan pemilu. Klaim tadi itu tidak punya dasar jika berdasarkan survei ini," kata Deni.

Pemilih Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019 juga menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan.

77 persen menolak penundaan alasan pandemi, 76 persen alasan ekonomi, 76 persen pembangunan IKN, dan 74 persen menolak penambahan masa jabatan.

Pemilih Prabowo-Sandi lebih besar lagi yang menolak. 85 persen menolak penundaan alasan pandemi, 89 persen alasan ekonomi, 87 persen pembangunan IKN, dan 77 persen menolak penambahan masa jabatan.

Deni menegaskan, jika memang isu penundaan pemilu populer, seharusnya pemilih Jokowi yang mendukung besar. Nyatanya sebaliknya.

"Mestinya kalau gagasan ini populer pemilih Jokowi-Ma'ruf Amin inginnya pemilu diundur saja supaya pak Jokowi tetap menjabat. Tetapi ternyata tidak. Ditolak pemilih Prabowo-Sandi juga ditolak pemilih pak Jokowi sendiri," jelasnya.

SMRC menggelar survei tatap muka pada 13-20 Maret 2022. Responden sebanyak 1220 dipilih secara multistage random sampling. Responden yang diwawancarai secara valid sebesar 1027 responden. Margin of error survei kurang lebih 3,12 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.