LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Survei RTK: Ada yang puas kepada Jokowi tapi tidak memilih di 2019

Per April 2018, tingkat kepuasan Jokowi mencapai 65.1 persen, naik dibandingkan angka 56,9 pada September 2017 lalu.

2018-05-24 18:54:23
Presiden Jokowi
Advertisement

Survei Roda Tiga Konsultan (RTK) menyatakan tingkat kepuasan publik terhadap Joko Widodo (Jokowi) tinggi. Namun, belum tentu memilih lagi di Pilpres 2019. Per April 2018, tingkat kepuasan Jokowi mencapai 65.1 persen, naik dibandingkan angka 56,9 pada September 2017 lalu.

Sementara yang tidak puas mencapai 29,8 persen pada April 2018, dibandingkan 29,4 persen pada September 2017.

Direktur Riset RTK Rikola Fedri mengatakan tidak semua yang puas akan kembali memilih Jokowi. Hal tersebut ditemukan dalam survei.

Advertisement

"Ada yang puas kepada Jokowi tapi tidak memilih Jokowi (di Pilpres 2019)," ujarnya dalam rilis survei RTK di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (24/5).

Data yang dipaparkan, dari 8,1 persen yang menyatakan sangat puas. Sementara 3,1 persen akan memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), 0,8 persen Gatot Nurmantyo, 3,8 persen Prabowo, 4.6 persen tokoh lainnya. 82,3 persen di antaranya memilih Joko Widodo.

Sementara, 54 persen yang menyatakan puas, 2,2 persen akan memilih AHY, 0,5 persen akan memilih Anies Baswedan, 1,1 persen Gatot Nurmantyo, 10,5 persen Prabowo, 4,6 persen tokoh lainnya. 67,4 persen di antaranya akan kembali memilih Jokowi.

Advertisement

Sementara, menurut Rikola, isu ekonomi menjadi catatan untuk pemerintahan Jokowi. Isu yang dianggap tidak berhasil dilakukan Jokowi adalah, menyediakan lapangan kerja (62,2 persen), harga sembako (54,5 persen), pemerataan kesejahteraan (53,5 persen).

"Tiga besar tertinggi adalah ekonomi ini, jadi catatan buat Jokowi," kata dia

Hal sama diutarakan peneliti dari Puskapol Universitas Indonesia, Aditya Perdana. Menurutnya, masalah ekonomi ini yang bisa menentukan perolehan suara Jokowi di 2019.

"Titik kritis memang ada di isu ekonomi, pemilih bergeser memang ada di Ekonomi," kata dia.

Survei dilakukan dengan metode stratified systemic random sampling dengan responden 1.610 orang. Survei memiliki margin of error sebesar 2,5 persen dengan quality check sebesar 20 persen. Survei ini dilaksanakan pada 21 April sampai 2 Mei 2018.

Baca juga:
Usai bertemu Sohibul Iman, Abraham Samad menghadap Surya Paloh
Sohibul Iman: Saya apresiasi kalau Abraham Samad maju capres
Warga Bugis berharap Jusuf Kalla jadi Capres di Pilpres 2019
John Paul Ivan laporkan media yang catut namanya ke Bareskrim
Sindir pasangan Asyik, Mendagri sebut calon pemimpin daerah ditunggangi

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.