Survei Munaslub Golkar: Airlangga dan Ade Komarudin bersaing ketat
Di posisi ketiga ada Mahyudin yang ditempel ketat oleh Idrus Marham.
Partai Golkar akan menggelar Munaslub pada 15 Mei hingga 17 Mei mendatang di Nusa Dua Bali. Sejumlah kader Golkar pun telah mendaftarkan diri menjadi calon ketua umum Golkar menggantikan Aburizal Bakrie hingga 2021 mendatang.
Lembaga Survey & Polling Indonesia (SPIN) melakukan riset telepolling terkait beberapa nama caketum Partai Golkar yang tengah aktif mencari dukungan. Polling ini dilakukan di 10 kota besar yang tersebar dari Timur ke Barat Indonesia.
Hasilnya, nama Airlangga Hartarto berada diurutan paling atas dengan torehan 18,1 persen. Di posisi kedua ditempati oleh Ketua DPR Ade Komarudin dengan persentase 17,4 persen.
Berikutnya ada nama Wakil Ketua MPR Mahyudin dengan nilai 16,9 persen, disusul Sekjen Golkar Idrus Marham (15,5 persen), Azis Syamsuddin (14,7 persen), Priyo Budi Santoso (12,6 persen) dan Setya Novanto (4,8 persen).
Direktur Eksekutif Igor Dirgantara mengatakan, riset ini fokus menanyakan kepada responden terkait siapa figur caketum Partai Golkar yang dianggap paling punya integritas di mata publik dengan mempertimbangkan prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT).
"Riset dilakukan, dalam rangka menyambut pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar akan digelar di Nusa Dua Bali, 15-17 Mei mendatang dengan agenda utama pemilihan ketua umum," kata Igor dalam keterangan tertulis kepada merdeka.com, Rabu (4/5).
Igor menjelaskan, berdasarkan telepolling ini, sosok Airlangga Hartarto dinilai berpeluang untuk menjadi ketum baru Golkar dengan 3 alasan. Yakni Golkar saat ini butuh seorang ketua umum yang bersih, punya gagasan baru membangun partai dengan rekam jejak tidak tercela.
Kedua, Airlangga dinilai loyal, santun dan tidak punya masalah hukum, termasuk tidak pernah dipanggil KPK. Selama menjabat sebagai anggota DPR 3 periode dan pernah menjadi Ketua Komisi VII DPR, publik tidak pernah mendengar berita negatif tentang Airlangga dari aspek apapun.
Menurut Igor, riset dilakukan dengan cara telepolling dengan mengambil 500 responden secara acak dari buku telepon antara tanggal 25-30 April 2016 di 10 kota besar (Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Samarinda, Menado, Kendari, Kupang, dan Bali).
"Dengan tingkat kesalahan plus minus 4,5 persen, riset ini tidak mewakili populasi secara keseluruhan, namun bisa menggambarkan potret keinginan publik kelas menengah perkotaan yang memiliki telepon," tambah Igor.
Baca juga:
Takut gratifikasi, Akom belum mau bayar Rp 1 M buat Munaslub Golkar
Jika jadi Ketum Golkar, Setya Novanto akan tiru gaya blusukan Jokowi
Saat terima pendaftaran, Rambe keceplosan ucap 'Novanto bos saya'
Daftar Caketum, Setnov diwakafkan istri demi kejayaan Golkar
Bayar mahar caketum Golkar Rp 1 M, Mahyudin kuras tabungan istri
Panitia Munaslub tak gubris KPK sebut Rp 1 M sebagai politik uang
Mahyudin soal mahar Rp 1 M: Jangankan uang, rumah saya jual!