LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Survei LSI sebut elektabilitas & popularitas Ahok terus turun

LSI melakukan kajian terkait Pilkada DKI Jakarta 2017. Dari hasil survei, LSI menyimpulkan jika pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat tetap kuat, namun popularitasnya terus menurun.

2016-10-04 17:02:48
Pilgub DKI
Advertisement

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melakukan kajian terkait Pilkada DKI Jakarta 2017. Dari hasil survei, LSI menyimpulkan jika pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat tetap kuat, namun popularitasnya terus menurun.

Tim peneliti LSI Adjie Alfaraby mengatakan berdasarkan catatan survei yang dilakukan sejak Maret sampai Oktober 2016 elektabilitas Ahok terus merosot. Di mana elektabilitas Ahok pada Maret silam mencapai 59,3 persen, namun pada Oktober turun menjadi 31,4 persen.

"Survei Maret 2016 elektabilitas Ahok mencapai 59,3 persen. Tapi pada survei Oktober 2016 elektabilitas Ahok turun jadi 31,4 persen," kata Adjie di Kantor LSI, Jakarta, Selasa (4/10).

Selain elektabilitas, daya tarik Ahok di mata warga Jakarta ikut-ikutan merosot. Dijelaskan Adjie, dari hasil survei Maret 2016, kesukaan masyarakat Jakarta terhadap gaya kepemimpinan Ahok mencapai 71,3 persen.

"Namun pada survei Oktober 2016 kesukaan masyarakat terhadap Ahok menjadi 58,2 persen," ujar Adjie.

Dia menjelaskan alasan elektabilitas ataupun kesukaan masyarakat terhadap Ahok terus turun. Di antaranya, isu kebijakan perihal penggusuran di beberapa wilayah di Jakarta dan kebijakan reklamasi teluk.

Kemudian isu personal menyangkut karakter Ahok yang kasar, congkak dan tidak konsisten. Selanjutnya, isu primordial di mana sebagian warga Jakarta menolak dipimpin oleh agama non muslim dan perbedaan etnis.

"Keempat ada alternatif cagub yang fresh yaitu Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono," pungkas Adjie.

Baca juga:
Anies-Sandiaga buat markas pemenangan di Menteng
Survei LSI: Anies-Sandiaga unggul di pemilih berpendidikan tinggi
Ini penyebab Ahok-Djarot berpotensi kalah di Pilgub DKI versi LSI
LSI: Anies dan Agus bergabung Ahok kalah
Ahok dinilai gagal paham Tax Amnesty sebut Sandiaga ngemplang pajak

Advertisement
(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.