LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Survei LSI: Pasangan Jokowi-Ma'ruf berpotensi menang telak

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin disebut berpotensi menang telak dalam Pilpres 2019. Ini merupakan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada tanggal 14-22 September 2018.

2018-10-04 15:35:14
Capres Jokowi
Advertisement

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin disebut berpotensi menang telak dalam Pilpres 2019. Ini merupakan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada tanggal 14-22 September 2018.

"Publik menilai pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin paling berpotensi menang telak," kata peneliti LSI, Rully Akbar saat rilis hasil survei di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (4/10).

Rully mengatakan dalam survei sebanyak 58,6 persen publik yang menilai Jokowi-Ma'ruf bakal menang telak dalam kontestasi politik tahun depan. Sedangkan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno hanya mendapat 25,7 persen. Sedangkan responden yang tidak jawab, tidak tahu dan belum memutuskan sebanyak 15,7 persen.

Advertisement

Dalam survei itu LSI juga merilis persepsi publik tentang seberapa penting sosok presiden kuat untuk memimpin Indonesia. Responden menilai presiden kuat ialah yang mendapat dukungan masyarakat mencapai 55 persen sampai 65 persen (58,50 persen). Publik menilai Indonesia memerlukan Presiden yang kuat agar pertumbuhan ekonomi stabil, termasuk kesejahteraan rakyat (42,40 persen).

"Selain itu publik juga menilai presiden kuat diperlukan agar tidak diperalat kepentingan kelompok (20,40 persen). Agar tak terlalu banyak negosiasi yang tak perlu untuk mengambil keputusan (15,30 persen), dan agar presiden kokoh melindungi keberagaman di Indonesia (13,50 persen)," papar Rully.

Dalam pesta demokrasi 2019, sebanyak 85,60 persen publik ingin terpilih presiden yang kuat. Publik yang tidak ingin hanya 6,70 persen. LSI melakukan survei pada tangga 14-22 September. Responden yang terlibat sebanyak 1.200 orang dan survei dilakukan dengan metode multi stage random sampling. Wawancara dilakukan tatap muka dengan menggunakan kuisioner dan margin of error 2,9 persen.

Advertisement

Baca juga:
Survei LSI: Jokowi Capres paling konsisten perjuangkan Pancasila
Bawa isu ekonomi, Sandi yakin elektabilitas naik meski diterpa hoaks Ratna Sarumpaet
Sandiaga Uno bantah Ratna Sarumpaet dikorbankan untuk kepentingan politik
Gerindra sebut Prabowo sudah biasa dikhianati, dibohongi, dan dikibuli
Relawan M16 dukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019
Terjebak kebohongan Ratna Sarumpaet, Sandiaga Uno sebut 'Fail early is good'

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.