Survei LSI: NasDem kalahkan PPP & PAN, Gerindra saingi Demokrat
Sementara itu, perolehan suara yang melonjak sangat drastis juga terjadi pada Partai Gerindra.
Partai Nasional Demokrat (NasDem) diprediksi akan lolos ke parlemen pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang. Dari hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI), partai yang dipimpin Surya Paloh ini, memperoleh suara sebesar 4,3 persen suara, mengalahkan PPP yang perolehan suaranya 3,4 persen dan PAN sebesar 3,0 persen suara.
Hasil survei ini tentu membuat kejutan, karena NasDem yang baru pertama kali ikut pemilihan umum mampu mengalahkan dua partai poros tengah dengan perolehan suara yang signifikan.
"Meningkatnya suara NasDem, mungkin karena Surya Paloh, adalah salah satu bos media yang gencar mengiklankan partainya. Ditambah lagi adanya sokongan finansial," kata peneliti LSI Adjie Alfarabi, di kantor LSI, Rabu (2/4).
Adjie menjelaskan, selain itu, banyaknya caleg-caleg baru yang diusung Partai NasDem dapat mempengaruhi suara NasDem nantinya. Ditambah, sang ketua umum, seringkali mengkampanyekan adanya perubahan di dalam pemerintahan mendatang.
"NasDem juga merekrut publik yang belum terikat dengan partai. Apalagi NasDem muncul pertama kali menyebarkan isu restorasi. Ini yang mengangkat citra atau pamor partai tersebut," paparnya.
Sementara itu, perolehan suara yang melonjak sangat drastis juga ada pada Partai Gerindra dengan perolehan suara sebesar 11,1 persen mengalahkan partai Demokrat sebesar 7,6 persen. "Kenaikan partai Gerindra, tidak terlepas dari pamor Prabowo yang akan diusung sebagai capres," kata Adjie.
Survei ini dilaksanakan tanggal 22-26 maret 2014 di 33 provinsi Indonesia, dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden. Margin of error sebesar 2,9 persen.
Berikut hasil survei LSI:
Partai Golkar (21,9 persen)
PDIP (21,1 persen)
Gerindra (11,1 persen)
Demokrat (7,6 persen)
PKB (5,9 persen)
PKS (5,2 persen)
Hanura (4,5 persen)
NasDem (4,3 persen)
PPP (3,4 persen)
PAN (3,0 persen)
PBB (0,9 persen)
PKPI (0,5 persen)(mdk/bal)