Survei LSI: Elektabilitas Golkar terus merosot
Dari survei Mei 2016, elektabilitas mencapai 10,8 persen, terpaut 10 persen dari PDIP (21,5 persen).
Hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan konflik elite Partai Golkar dari 2015 hingga 2016 membuat partai tersebut mengalami keterpurukan. Akibatnya dukungan masyarakat kepada Golkar terus merosot.
"Dari survei Mei 2016, dukungan publik terhadap partai ini hanya mencapai 10,8 persen. Partai ini selisih 10 persen dengan PDIP yang berada pada angka 21,5 persen," kata Peneliti LSI Ardian Sopa, di kantor LSI Jalan Pemuda Rawamangun Jakarta Timur, Rabu (18/5).
Menurut dia, dukungan publik terhadap partai beringin ini memang masih berada di urutan kedua. Namun jaraknya semakin jauh dengan PDIP. Sebaliknya, posisi partai yang kini dipimpin Setya Novanto ini semakin dekat dengan posisi ketiga, yaitu Partai Gerindra (9,8 persen).
Bahkan dia juga mengatakan partai tersebut jeblok dalam perolehan kemenangan di Pilkada 2015. Saat itu partai tersebut berada dalam ranking sembilan di rekapitulasi Pilkada 2015.
"Golkar yang biasanya unggul di atas 50 persen, kini hanya di urutan sembilan saja," ucap dia.
Bahkan yang membuat elektabilitas Golkar semakin menurun karena partai ini belum siap untuk bersaing dalam Pilpres 2019.
"Golkar tidak punya calon pemimpin nasional. Kini hanya PDIP dan Gerindra yang mempunyai stok kuat Capres yaitu Jokowi dan Prabowo," tuturnya.
Sementara itu, dia menambahkan, berdasarkan survei LSI, masyarakat yang menginginkan Golkar bergabung ke dalam pemerintahan Joko Widodo mencapai 75 persen.
"Harapan pemilih agar Golkar kembali sesuai khitah-nya. Kalau Golkar mengingkari hal ini, maka terjadi hal yang seperti sekarang ini seperti konflik dan turunnya suara. Sekarang publik ingin Golkar berada di dalam pemerintahan," katanya.
Untuk itu keputusan partai Golkar untuk menjadi bagian dari pemerintahan dinilai merupakan keputusan yang tepat.
"Jadi keputusan Golkar menjadi bagian dari pemerintah adalah keputusan tepat dari pada tetap berada di oposisi," tutupnya.
Baca juga:
Dipimpin Setya Novanto, Golkar dinilai perlu 'branding' baru
Golkar Jabar yakin Setya Novanto bisa persatukan seluruh kader
Golkar Jabar targetkan sapu bersih Pilkada Kota/Kabupaten 2017
Cari lawan Ahok, Golkar survei tokoh yang disenangi warga DKI
Tinggalkan Koalisi Merah Putih, Golkar tak takut Prabowo marah