Survei LSI, Anies-Sandi menolak disebut diuntungkan Ahok tersangka
Tim pemenangan menyebut hasil survei yang menempatkan pasangan Anies-Sandi sebagai yang tertinggi bukan karena status tersangka Ahok tapi karena kerja keras memperkenalkan pasangan nomor urut tiga ini ke masyarakat.
Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak sepakat dengan pernyataan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyebut terjunnya elektabilitas pasangan cagub dan cawagub DKI Ahok-Djarot menguntungkan rivalnya yakni pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandiaga.
Sekretaris Tim Pemenangan Anies-Sandiaga Syarif mengatakan, naiknya elektabilitas jagoannya karena kerja keras tim memperkenalkan Anies-Sandi kepada masyarakat. Sehingga hasil survei yang menempatkan pasangan Anies-Sandi sebagai yang tertinggi bukan karena status tersangka Ahok.
"Saya tidak mau terjebak pada survei yang membuat determinnya tersangka atau tidak tersangka. Karena apa? Sebelum Ahok terjerat dugaan penistaan agama, sebelum dia pidato di Kepulauan Seribu, kita punya strategi memenangkan Anies-Sandi dengan cara lebih banyak mendekati warga dan meningkatkan branding positifnya Anies-Sandi," katanya saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (19/11).
Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, pihaknya tidak pernah menurunkan citra pasangan lain demi mengejar elektabilitas. Sehingga tingginya elektabilitas yang diperoleh Anies-Sandiaga murni hasil kerja kampanyenya.
"Tanpa men-downgrade pasangan yang lain. Kalau misalnya itu dia tergerus elektabilitas Ahok bukan karena faktor kita. Faktor warga masyarakat yang memang menilai Ahok," tegasnya
Sebelumnya, elektabilitas cagub dan cawagub DKI nomor urut tiga, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat terjun bebas di survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) milik Denny JA. Hasil survei menyebutkan, Ahok-Djarot hanya memiliki elektabilitas 10,6 persen pasca didera isu penistaan agama.
Saat survei dilakukan, Ahok memang belum ditetapkan sebagai tersangka. Namun, dalam kuesioner ditanyakan pandangan responden bagaimana jika Ahok ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.
"Pasca penetapan Pak Ahok sebagai tersangka dukungan yang beliau terima elektabilitas itu turun tajam. Yang selama ini jadi penopang utama juga ikut meninggalkan beliau (Ahok)," kata Peneliti LSI, Ardian Sopa, kepada wartawan di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (18/11).
Tidak hanya itu, Ardian juga menilai, jika pasangan Ahok-Djarot memiliki potensi untuk dapat tersingkir pada putaran pertama Pilgub DKI pada 15 Februari 2017 mendatang.
Berdasarkan data yang dimiliki LSI, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, elektabilitas Ahok berada di 24,6 persen. Sedangkan setelah ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama, elektabilitas Ahok anjlok hingga berada di angka 10,6 persen.
"Bukan tidak mungkin potensi yang sangat besar, Ahok akan tergusur di putaran pertama," bebernya.
Namun, lanjutnya, hal ini justru berdampak positif bagi rival Ahok. Seperti elektabilitas pasangan Anies-Sandi yang saat ini memimpin dengan 31,90 persen. Disusul Agus-Sylvi 30,90 persen. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 26,60 persen masuk dalam kategori swing voters atau belum menentukan pilihan.
LSI melakukan survei periode 31 Oktober sampai dengan 5 November 2016, dengan menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah yang responden yang dimintai pendapat sebanyak 440 orang.
(mdk/noe)