LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Survei internal, citra Partai Golkar merosot akibat Pansus KPK

Politisi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan keterlibatan sejumlah kader partai beringin dalam Pansus Angket KPK membuat citra dan elektabilitas partai menjadi rusak. Demikian juga kasus e-KTP yang membuat sejumlah politikus Partai Golkar diperiksa KPK.

2017-07-17 10:24:44
Pansus Angket KPK
Advertisement

Politisi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan keterlibatan sejumlah kader partai beringin dalam Pansus Angket KPK membuat citra dan elektabilitas partai menjadi rusak. Demikian juga kasus e-KTP yang membuat sejumlah politikus Partai Golkar diperiksa KPK.

"Survei internal yang dilakukan menunjukkan suara Golkar merosot ke angka 11 persen, padahal pada pemilu 2014 lalu Golkar meraih 14,75 persen suara. Dan 67 persen penyebab turunnya suara itu disebabkan kasus e-KTP," ujar Doli di Jakarta, Senin (17/7) seperti dikutip Antara.

Doli mengatakan, gagasan-gagasan miring yang muncul dari Pansus Angket KPK juga banyak dilontarkan politisi Golkar.

Misalnya, ide tentang pembekuan anggaran KPK yang dilontarkan salah satu anggota pansus dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun. Hal ini, kata dia, jelas membuat citra Golkar semakin rusak.

Mantan ketua umum KNPI ini menegaskan, keberadaan Pansus Angket KPK yang dipimpin Agun Gunandjar Sudarsa dari Fraksi Partai Golkar di DPR semakin mendapatkan penolakan yang luas dari publik.

"Semakin lama kasus e-KTP didiamkan begitu saja, maka akan semakin merugikan Partai Golkar," ujarnya.

Baca juga:
Golkar sebut pansus angket bukan perang antara DPR dengan KPK
Golkar tak bergeming di opsi 20/25 persen presidential threshold
Anggaran naik, Golkar minta pengurus parpol rajin lapor harta
Politisi Golkar sebut sudah seharusnya ibu kota dipindah
Nurdin Halid akui pernah terjerat kasus hukum
Partai pendukung Jokowi gerah dengan ulah PAN

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.