LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Survei: Diterpa berbagai isu, elektabilitas Ahok tetap tinggi

PDIP justru merupakan kontributor paling besar dalam pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi TemanAhok.

2016-05-13 17:44:15
Ahok
Advertisement

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih menjadi jawara dalam survei dengan elektabilitas 46 hingga 56 persen. Angka tersebut mulai dari top of mind sampai simulasi empat nama.

Menurut Managing Director Cyrus Network Eko David Afianto, jika dibuatkan simulasi head to head dengan semua nama calon yang ramai muncul belakangan maka, elektabilitas Ahok di atas 60 persen. Contoh Ahok dengan Yusri Ihza Mahendra yang hasilnya, 60,3 persen memilih Ahok dan 26,5 persen memilih Yusril.

Selain itu, jika dipasangkan dengan Tri Rismaharini hasilnya pemilih Ahok sebanyak 57,9 persen dan Risma sebanyak 25,6 persen. Dipasangkan dengan Adhyaksa Dault hasilnya Ahok 60,3 persen dan Adhyaksa 22,3 persen. Dipasangkan dengan Djarot Saiful Hidayat hasilnya, Ahok 61,9 persen dan Djarot 17,7 persen. Sementara dipasangkan dengan Sandiaga Uno hasilnya Ahok 60 persen dan Sandi sebanyak 22,1 persen.

"Ahok masih terlalu kuat untuk bisa dikalahkan oleh kandidat-kandidat yang selama ini bersemangat maju dalam Pilkada DKI Jakarta. Ahok masih menjadi pemuncak survei dengan elektabilitas antara 46-56 persen," kata Eko di Hotel The Akmani, Jakarta Pusat, Jumat (13/5).

Eko melanjutkan, berbagai kasus yang menyudutkan Ahok tidak melemahkan elektabilitasnya. Pun dengan para pesaing Ahok yang tidak diuntungkan dalam kasus tersebut.

"Gelombang kontroversi yang menimpa Ahok belum bisa menggoyahkan pilihan publik. Tidak melemahkan elektabilitas Ahok juga tidak pula memberikan keuntungan elektoral yang signifikan terhadap lawan politiknya," jelas Eko.

Eko mengatakan 85 persen atau empat dari lima pemilih Ahok menyakan tetap mendukung mantan Bupati Belitung Timur itu jika maju lewat jalur parpol.

"Sebanyak 51 persen pemilih Ahok justru menyarankan Ahok maju lewat PDIP kalau maju lewat parpol. Publik justru melihat ada benang berang antara Ahok dan PDIP," kata Eko.

Lebih lanjut, Eko juga membeberkan jika PDIP justru merupakan kontributor paling besar dalam pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi TemanAhok. Ada 60 persen responden mengaku sudah pernah mendengar organisasiTemanAhok. Selain itu, 13,5 persen diantaranya mengaku sudah memberikan dukungan dengan menyerahkan KTP kepada TemanAhok.

"Dari responden yang sudah kasih KTP setengahnya pemilih PDIP. Kalau menggunakan asumsi distribusi normal, penyetor KTP untuk TemanAhok dari PDIP sebanyak 25 persen," demikian Eko.

Survei dilakukan pada 28 April sampai 2 Mei dengan metode tatap muka dengan responden 1.000 orang yang tersebar secara proporsional di seluruh kelurahan di Jakarta dengan sistem random sampling. Tingkat kepercayaannya 95 persen dengan margin eror 3,1 persen.

Baca juga:
Cyrus sebut elektabilitas Ahok tinggi karena publik puas kinerjanya
Survei Median: 34% Warga puas kerja Ahok, Djarot hanya 24%
Popularitas Ahok masih di atas Dhani, Yusril hingga Risma
Ingin ulang kesuksesan Pilgub 2012, Gerindra mulai getol dekati PDIP
Ahok ogah komentari rencana koalisi besar PDIP-Gerindra-PKS
Risma berpeluang dijagokan PDIP, 33 pendaftar bakal jadi korban PHP
Sekjen PDIP: Risma bisa jadi cagub atas kehendak masyarakat DKI

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.