Survei Charta Politika: Ahok cuma kalah di Jakarta Selatan
Survei Charta Politika: Ahok cuma kalah di Jakarta Selatan. Yunarto menuturkan jika hasil survei berdasarkan umur, kategori pemilih pemula di bawah 19 tahun, kedua paslon berimbang. Namun, pada pasangan Basuki-Djarot unggul pada kategori pemilih 20-29 tahun, 30-39 tahun dan 50 tahun lebih.
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyatakan bahwa pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat unggul di empat wilayah ibu kota. Sedangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno hanya unggul di satu wilayah
"Pasangan Basuki-Djarot unggul di empat wilayah, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Sementara jika di Jakarta Selatan, pasangan Anies-Sandi mengungguli pasangan Ahok-Djarot," kata Yunarto di kantor Cahrtika Politika, jalan Cisanggir III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (15/4).
Lebih lanjut, Yunarto menuturkan jika hasil survei berdasarkan umur, kategori pemilih pemula di bawah 19 tahun, kedua paslon berimbang. Namun, pada pasangan Basuki-Djarot unggul pada kategori pemilih 20-29 tahun, 30-39 tahun dan 50 tahun lebih.
"Sementara pasangan Anies-Sandi unggul pada pemilih dengan rentang usia 40-49 tahun," ujarnya.
Selain itu, Yunarto menilai dari sisi pendidikan, bahwa kedua paslon relatif berimbang dimana pasangan Ahok-Djarot unggul pada segmen pemilih tidak pernah sekolah, tamat SLTP, tamat Akademi atau Diploma dan tamat S1 atau lebih tinggi.
"Sedangkan pasangan Anies-Sandi unggul pada segmen pemilih tidak tamat SD, tamat SD dan tamat SLTA," ucapnya.
"Pada kategori pilihan partai, pilihan terhadap pasangan Basuki-Djarot maupun Anies-Sandi relatif mengikuti suara atau kebijakan partai yang telah dikeluarkan," pungkasnya.
Pengumpulan data survei dilakukan oleh Charta Politika pada 7-12 April melalui wawancara terbuka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya bahwa jumlah sampel yang diambil dalam survei tersebut sebanyak 782 responden dari 1000 yang telah direncanakan yang telah tersebar di beberapa wilayah DKI Jakarta. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca juga:
Tanda tangan dukung pilkada damai
PDIP: Pilkada sebagai agenda negara dan bukan agenda agama
Anies minta Ahok-Djarot tak gunakan otoritas untuk kampanye
Menag soal Djarot diusir usai Salat Jumat: Masjid tempat kedamaian
Djarot soal tamasya Al Maidah: Tamasya itu ke Kalijodo atau Blok M