Suharso: Pak Ma'ruf Mantan Kader PPP, Kalau Dibelah Dadanya Pasti Masih Ada Kabah
Dia mengklaim jika dada Ma'ruf dibelah maka di dalamnya masih tersemat lambang kabah.
Ketua Plt Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso berharap Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang juga mantan kader PPP tetap mendukungnya. Dia mengklaim jika dibelah di dalam dada Ma'ruf masih tersemat lambang kabah.
"Pak Ma'ruf ini sebenarnya mantan kader PPP, jadi kalau dibelah dadanya itu pasti masih ada kabah di dalamnya," kata Suharso sambil berseloroh saat membuka workshop nasional fraksi PPP DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, Sabtu (15/2).
Tidak hanya memuji, Suharso juga memamerkan capaian partai di Pemilu 2019 di hadapan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Suharso mengklaim partai berlambang kabah ini bisa lolos batas parlemen yaitu di atas 4%.
"PPP pada pemilu 2019 lolos batas parliamentery di atas 4 persen sekitar 4,5 persen dengan suara 6,3 juta," kata Suharso.
Dia pun bersyukur 2019 partainya bisa memperoleh 19 kursi. Walaupun jumlah perolehan suara tersebut menurun dibanding tahun 2009.
"Suara kita juga anggota DPR RI itu tertinggi semasa pemilu, tertinggi dari peserta pemilu, hanya PPP yang menembus 31 ribu per satu kursi itu menunjukkan betapa mahalnya kursi DPR," ungkap Suharso.
Hal tersebut terjadi karena sistem pemilu saat ini yang harus memperoleh ambang batas. Sehingga kata dia jumlah perolehannya pun sangat tipis. Sebab itu mereka pun berharap pemilu ke depan bisa berubah dalam cara perhitungan. Walaupun begitu, PPP kata dia tetap bersyukur.
"Tapi kami alhamdulillah bisa mengantarkan kader terbaik kita menjadi wakil ketua MPR RI, jadi anggota wantimpres, jadi wakil menteri agama, dan saya sendiri jadi menteri bappenas," kata Suharso.
(mdk/ray)