Sudirman Said sebut banyak Pondok Pesantren memprihatinkan di Jateng
Sudirman Said sebut banyak Pondok Pesantren memprihatinkan di Jateng. Mantan Menteri ESDM Sudirman Said makin rajin blusukan ke sejumlah daerah di Jawa Tengah. Sudirman hendak meyakinkan partai dan warga untuk bisa memimpin di Jawa Tengah pada Pilgub Jateng 2018 nanti.
Mantan Menteri ESDM Sudirman Said makin rajin blusukan ke sejumlah daerah di Jawa Tengah. Sudirman hendak meyakinkan partai dan warga untuk bisa memimpin di Jawa Tengah pada Pilgub Jateng 2018 nanti.
Sudirman telah berkeliling di beberapa Pondok Pesantren(Ponpes) di Jateng. Rata-rata, kondisi ponpes yang ada di Jateng menurut Sudirman, sangat memprihatinkan.
"Saya mengalami dan banyak menemukan pesantren-pesantren yang memprihatinkan. Itu harus jadi perhatian siapapun yang nanti memimpin Jawa Tengah," kata Sudirman usai safari politik dan diskusi di Pondok Pesantren Ndelik di Gunung Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah Jumat (17/8) malam.
Sudirman mengungkapkan, banyak ponpes yang sampai saat ini sama sekali belum tersentuh oleh pemerintah. Dirinya sangat menyayangkan karena ponpes sebenarnya mempunyai andil besar dalam membangun jiwa bangsa Indonesia saat ini.
"Saya juga banyak sekali masuk pesantren dan saya merasa bahwa pesantren belum mendapatkan sentuhan lebih baik. Karena jumlah anak-anak didik yang belajar di sana luar biasa besar dan sebetulnya kontribusi untuk membangun jiwa bangsa itu dari pesantren besar sekali," tegasnya.
Untuk itu, Sudirman berharap, siapapun Gubernur yang akan memenangi Pilgub Jateng 2018 nanti, perlu memperhatikan ponpes. Mulai dari sarana pendidikan yaitu pengajarnya, tempat belajar dan tempat ibadah mereka harus lebih diperhatikan.
"Nah, karena itu perlu mendapatkan perhatian besar baik sarana pendidikan pengajaranya, ruang-ruang kelas, asrama sampai tempat ibadah," ungkapnya.
Selain soal masih banyak ponpes memprihatinkan, Sudirman juga menilai, banyak terjadi ketimpangan antar wilayah di Jateng sehingga beberapa wilayah seperti kabupaten terpencil, termasuk pesisir perlu mendapatkan perhatian.
"Pilkada mulai jalan ke Jawa Tengah, tentu saja saya mempelajari data-data sekunder ya. Dalam dokumen-dokumen maupun situasi di lapangan. Saya kira memang betul ketimpangan antar wilayah, antara Utara dengan Selatan, antara desa dan kota. Kemudian, sejumlah kabupaten, desa-desa yang jauh dari ibu kota provinsi memang perlu mendapatkan perhatian. Termasuk pesisir," terangnya.
Sudirman menambahkan, soal akses jalan di Jateng juga masih menjadi persoalan. Pasalnya, banyak daerah-daerah di tengah kota dan kabupaten yang akses jalannya kurang baik. Sudirman berpikir, ketimbang mengaspal atau mengecor kembali jalan yang sudah baik, alangkah bagusnya dana itu digunakan untuk membuka akases jalan daerah yang jauh dari jangkauan. Sehingga perputaran ekonomi diharapkan bisa menjadi lebih baik.
"Kemudian berikutnya, adalah soal akses. Akses terutama daerah-daerah tengah yang mungkin daripada kita terus buang-buang uang untuk tempat yang sudah baik kemudian dilapisi aspal lagi. Kenapa kita tidak rambah daerah-daerah yang jauh dari jangkauan? Justru kalau membuka daerah itu, perputaran ekonomi akan lebih baik. Karena akses jadi masalah," pungkasnya.
Baca juga:
PDIP menimbang Ganjar di Pilgub Jateng 2018
Berapa besar peluang Ganjar diusung PDIP lagi di Pilgub Jateng?
Sudirman Said: Jateng harus keluar dari zona nyaman
Petani Tawangmangu aksi jalan kaki temui Ganjar Pranowo
Daftar cagub Jateng, Bupati Sukoharjo pepet Puan Maharani
Puan persilakan bupati dan walikota daftar Cagub Jateng ke PDIP
PDIP pertimbangkan Ganjar maju Pilgub Jateng karena kasus e-KTP