Suara Prabowo di Jempong Baru dari C1 Susut di Situng KPU
Kasus ini terjadi di TPS 017, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, NTB. Dalam C1, suara Jokowi-Ma'ruf 18, sementara Prabowo-Sandiaga 189 suara. Tapi dalam Situng KPU, diinput suara Jokowi-Ma'ruf 18 dan Prabowo-Sandiaga 158 suara alias menyusut 30 suara.
Data tidak akurat kembali diperlihatkan dalam sistem informasi penghitungan suara (Situng) yang terdapat di situs resmi KPU. Form C1 yang diunggah dari TPS, tak sesuai dengan yang diinput oleh KPU dalam Situng.
Kasus ini terjadi di TPS 017, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, NTB. Dalam C1, suara Jokowi-Ma'ruf 18, sementara Prabowo-Sandiaga 189 suara.
Tapi dalam Situng KPU, diinput suara Jokowi-Ma'ruf 18 dan Prabowo-Sandiaga 158 suara alias menyusut 30 suara.
Terkait hal itu, Komisioner KPU Pramono Ubaid berterima kasih atas informasi tersebut. Dia akan mengecek terlebih dahulu.
"Terima kasih atas informasinya," kata Pramono.
Pramono menegaskan, Situng KPU adalah upaya dari KPU untuk menjaga transparansi berjalannya Pemilu 2019. Apabila ada kesalahan hitung, maka semua orang bisa mengkoreksi dan pihaknya akan memperbaiki.
Sementara itu, Komisioner KPU, Evi Novida Ginting menegaskan, KPU akan memperbaiki seluruh kesalahan data yang masuk melalui C1.
"Data scan dan upload adalah data sementara, pada penghitungan di TPS para saksi dan panwas mendapatkan salinannya juga. Pada rekapitulasi di PPK dapat dikoreksi bila ada kesalahan. Bila kesalahan input maka kita koreksi input sesuai C1," jelas Evi.
Sebelumnya, terjadi kesalahan yang mirip di Kelurahan Bidara Cina TPS 093. Dimana suara Prabowo kembali menyusut, sementara suara Jokowi naik.
Dalam scan C1 yang diunggah, suara Jokowi-Ma'ruf 47, sementara Prabowo-Sandiaga 162 suara. Tapi, dalam data yang diinput KPU, suara Jokowi-Ma'ruf naik menjadi 180, untuk Prabowo-Sandiaga menyusut jadi 56 suara. Hal inipun ramai diperbincangkan di sosial media.
Terkait hal itu, Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik mengakui, ada kesalahan proses input data. Dimana, data yang diinput dan diunggah dari C1 salah alamat.
"Ada kesalahan kirim alamat kelurahan. Sama-sama nomor TPS 93, tapi beda kelurahan," jelas Evi saat dihubungi merdeka.com, Jumat (19/4).
Evi menjelaskan, data yang diinput ternyata berasal dari Kelurahan Cipinang Cempedak. Sementara unggahan form C1 berasal dari Bidara Cina.
"Yang terinput di TPS 93 Bidara Cina adalah TPS 93 Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara. Akan dikoreksi," tegas Evi.
Baca juga:
Suara Jokowi Naik & Prabowo Menyusut dari C1, KPU Akui Ada Salah Kirim Data
Data C1 KPU dari 11.008 TPS: Prabowo Tertinggal 266.104 Suara
Benarkah Penghitungan Suara KPU Bisa di-Hack? Ini Kata Ahli
KPU Kaltim akan Gelar Pemilu Susulan di 43 TPS
Jelang Petang, Data Sementara Real Count KPU Jokowi vs Prabowo Siapa Unggul?
Kekurangan Logistik, 4 Kabupaten di Kaltim Pemilu Susulan 20 April
Sejumlah TPS di Banten Berpotensi Pemungutan Suara Ulang