'Soal spanduk presiden, rakyat Korsel nilai Megawati lebih berkuasa'
"Mungkin dia ingin menyenangkan hati Megawati. Kalau menyenangkan hati orang kan pahala," kata Desmond.
Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa menilai pemasangan spanduk di pintu pusat informasi wisata dan bisnis Indonesia di Kota Busan, Korea Selatan, yang bertuliskan 'Selamat datang Presiden Megawati Soekarnoputri' merupakan sebuah bentuk sikap dari warga Korea Selatan yang menganggap Megawati sebagai Presiden RI.
Sebab, kata dia, Megawati pernah mengutarakan bahwa dirinya lebih tinggi dari seorang Presiden saat pidato di Kongres PDIP beberapa waktu lalu.
"Itu simbolisasi bahwa masyarakat Korea menganggap Megawati lebih berkuasa ketimbang Jokowi atau ini memang mereka paham bahwa psikologis Megawati dia sebagai Presiden. Seperti pidato dia di PDIP dulu. Bahwa dia merasa seperti Presiden," kata Desmond di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/10).
"Nah inilah psikologis yang dipahami masyarakat Korea. Mungkin dia ingin menyenangkan hati Megawati. Kalau menyenangkan hati orang kan pahala," tambahnya.
Meski demikian, dia tidak mengetahui apakah di Korea Selatan tidak terbiasa menulis kata 'mantan' sehingga spanduk tersebut tertulis bahwa Megawati Soekarnoputri adalah seorang Presiden. Terlebih, lanjut dia, hal ini merupakan hal yang biasa dan tak berdampak pada kehidupan politik di Indonesia.
"Mungkin jangan-jangan bahasa mantan di Korea itu tidak ada. Menurut saya juga ini biasa saja. Karena tidak akan berdampak ke kita, ke politik kita," ujarnya.
Seperti diketahui, spanduk di pintu pusat informasi wisata dan bisnis Indonesia di Kota Busan, Korea Selatan, jadi perbincangan pengguna Internet di tanah Air. Dalam spanduk itu tertulis "Selamat datang Ibu Presiden Megawati Soekarnoputri di Busan Indonesia Centre!"
Padahal diketahui, Presiden Indonesia saat ini adalah Joko Widodo. Sontak, spanduk ini memicu perdebatan.
Baca juga:
Spanduk di Korsel sebut Megawati Presiden RI, KBRI minta dicopot
Spanduk di Korsel sebut Megawati Presiden RI dibuat dosen
Gerindra soal Mega disebut Presiden: Harusnya Jokowi tersinggung
Fadli Zon soal spanduk Mega disebut Presiden: Itu biasa, kayak dubes
Ini komentar Puan Maharani soal spanduk Presiden Megawati di Korsel