Soal panglima TNI, PDIP ingatkan rotasi era Gus Dur pada Jokowi
Soal panglima TNI, PDIP ingatkan rotasi era Gus Dur pada Jokowi. Presiden Jokowi juga perlu mempertahankan tradisi pergantian Panglima TNI dari 3 matra secara bergiliran. Tradisi rotasi antar matra itu telah berjalan sejak era kepemimpinan Presiden RI ke 4 Abdurrahman Wahid.
Presiden Joko Widodo akan segera memilih Panglima TNI baru setelah Jenderal Gatot Nurmantyo memasuki masa pensiun di awal tahun 2018. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Andreas Hugo Perreira memberikan sejumlah pertimbangan kepada Jokowi untuk memilih Panglima TNI.
Dalam memilih Panglima TNI, Jokowi disarankan melihat aspek eksternal dan internal. Aspek internal yakni organisasi internal lembaga TNI. Dan aspek eksternal yakni melihat ancaman dan prioritas pembangunan pertahanan ke depan.
"Nah TNI itu AL, AD, dan AU dengan jumlah personel dan angkatan yang alutsistanya yang harus dikendalikan seorang panglima. Kemudian yang kedua, aspek eksternal yang menyangkut ancaman dan prioritas pembangunan posisi pertahanan kita," kata Andreas di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/11).
Selain itu, kata Andreas, Presiden Jokowi juga perlu mempertahankan tradisi pergantian Panglima TNI dari 3 matra secara bergiliran. Tradisi rotasi antar matra itu telah berjalan sejak era kepemimpinan Presiden RI ke 4 Abdurrahman Wahid.
"Saya juga melihat perlu satu hal yang dijadikan tradisi di dalam perngantian Panglima itu supaya apa yang sudah dimulai Pak Gus Dur dulu ada semacam rotasi antar angkatan itu sebaiknya dipertahankan," ungkapnya.
Ketua DPP PDIP ini berharap, Panglima TNI yang baru merupakan sosok yang profesional. Disinggung soal kinerja Gatot selama ini, Andreas menilai, Jenderal bintang empat itu telah menjalankan tugas dengan baik.
"Pak Gatot juga di dalam kapasitas dia menjalankan tugas seorang Panglima dia kan tiap orang dengan karakter dan kepribadian masing-masing," tukasnya.(mdk/rnd)