LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Soal Kotak Suara Kardus, Politikus Gerindra Sebut 'Percuma Digembok'

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Chusni Mubarok khawatir kotak suara dengan bahan kardus tidak aman. Menurutnya percuma jika kotak kardus tersebut tetap di gembok. Pasalnya, bahan kardus mudah dibobol orang.

2018-12-15 23:06:00
KPU
Advertisement

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Chusni Mubarok khawatir kotak suara dengan bahan kardus tidak aman. Menurutnya percuma jika kotak kardus tersebut tetap di gembok. Pasalnya, bahan kardus mudah dibobol orang.

"Bahkan siapapun bisa buka kardus itu tanpa berbekas atau tanpa buka gemboknya. Sepertinya banyak orang juga bisa lakukan itu. Artinya gembok di situ enggak ada artinya," kata Chusni lewat keterangannya, Sabtu (15/12).

Dia menambahkan, hal ini makin menambah keraguan masyarakat mengenai kredibilitas Pemilu mendatang. Apalagi beberapa waktu sebelumnya KTP elektronik juga tercecer di jalanan.

Advertisement

Ketua DPP Partai Gerindra itu menjelaskan, seharusnya KPU peka dengan perkara semacam ini. Karena indikasi kecurangan di pilpres mendatang sudah sangat terang.

"Saat ini kan marak ancaman Pemilu 2019 berlangsung tidak fair. Mulai dari tercecernya e-KTP hingga daftar pemilih yang juga masih bermasalah," ujar Chusni.

"Ditambah lagi kondisi fisik kotak suara seperti ini. Inilah yang akan memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat," tandasnya.

Advertisement

Sementara, Ketua KPU Arief Budiman menyebut bahwa kotak suara yang dibuat KPU sebelumnya mudah rusak. Dia pun memastikan kotak suara saat ini yang berbahan karton kedap air, aman untuk digunakan. Model karton tersebut, kata Arief, dipilih karena lebih hemat biaya.

Chusni menyatakan tak setuju dengan pendapat Arief. "Penghematan perlu, tapi harus yang mendasar. Urusan kotak suara kok bicara hemat, sementara utang BUMN dan gaji para elitf mereka hambur-hamburkan," tandas Chusni yang juga merupakan calon legislator DPR itu.

Baca juga:
Kotak Suara Kardus Disetujui DPR, PPP Ajak Semua Pihak Tak Berburuk Sangka
Kritik KPU, Tim Prabowo Merasa Aneh Kotak Suara dari Kardus
Ini Contoh Kotak Suara Pemilu Serentak 2019
Gunakan kotak suara dari karton, KPU hemat Rp 663 miliar
Persoalkan Kotak Suara Kardus, Gerindra Dinilai PDIP Mulai Mempersiapkan Alasan Kalah

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.