Andi Arief sebut Prabowo jenderal kardus karena selingkuhi Demokrat
Andi Arief sebut Prabowo jenderal kardus karena selingkuhi Demokrat. Menurutnya, sebutan jenderal kardus itu pantas melekat di Prabowo lantaran langkahnya yang tak cakap dalam memperhitungkan harmonisasi koalisi.
Wasekjen Demokrat Andi Arief mengaku geram dengan sikap transaksional dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, terhadap mitra koalisinya. Menurutnya, sebutan jenderal kardus itu pantas melekat di Prabowo lantaran langkahnya yang tak cakap dalam memperhitungkan harmonisasi koalisi.
"Pertama Demokrat itu dalam posisi diajak oleh Jenderal Prabowo untuk berkoalisi. Diajak ya, kita tidak pernah menawarkan siapa-siapa (berkoalisi) walau Pak Prabowo menawarkan AHY untuk jadi wakilnya," tegas Andi di Rumah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jalan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/8) dini hari.
"Tapi hari ini kami mendengar justru sebaliknya. Ada politik transaksional yang sangat mengejutkan. Itu membuat saya menyebutnya jadi jenderal kardus, jenderal yang enggak mau mikir!" tegas dia.
Andi secara gamblang menuding Prabowo menerima lobi-lobi politik di luar sepengetahuan Partai Demokrat. Karenanya, secara pribadi Andi merasa partainya telah diselingkuhi oleh sang jenderal.
"Kami memberi syarat kepada Pak Prabowo agar dihitung matang untuk mencapai kemenangan. Kami tidak pernah bertemu dengan partai manapun, kecuali PAN dan PKS. Kita tidak pernah berselingkuh!" beber dia.
Nantikan update berita Prabowo Subianto di Liputan6.com
Kendati demikian, Andi masih menyambut baik itikad Prabowo yang mau menyambangi Ketum Demokrat SBY. Hal itu disebut Andi masih dalam koridor dukungan penuh partainya menjadikan Prabowo calon presiden.
"Kami sebetulnya ini ingin mendorong Pak Prabowo utuk menjadi presiden. Orang yang didorong itu harus punya komitmen yang kuat. Jadi saat ini kami masih bersama Pak Prabowo. Saya kira itu saja," pungkas dia.
Reporter: Muhammad Radityo Priyasmoro
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Fadli Zon akui Sandiaga Uno masuk kandidat Cawapres Prabowo
Fadli Zon: Kita perlu logistik di dalam peperangan
Soal mahar Rp 500 M, Andi Arief tegaskan dirinya tak pernah bohong
Terancam cerai, Gerindra ingatkan SBY tak minta jatah kursi Cawapres
Berangkat ke rumah Prabowo, Zulkifli Hasan diteriaki 'cawapres' oleh kader PAN
Waketum Gerindra balas Demokrat: SBY jenderal suka terima kardus duit korupsi
Bantah hubungan panas, Prabowo akan temui SBY pagi ini