Soal dukungan jadi Ketum, Idrus Marham balik tanya 'Lu dukung enggak?'
Airlangga disebut-sebut telah mendapat dukungan dari 31 DPD I Golkar. Tidak hanya itu, tiga organisasi sayap pendiri Partai Golkar yakni SOKSI, Kosgoro 1957, MKGR secara resmi telah memberi dukungan politik. Sedangkan dukungan terhadap Idrus Marham belum tampak. Disinggung soal dukungan, Idrus belum mau bicara banyak.
DPD I Partai Golkar mendesak digelarnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk memilih ketua umum partai menggantikan Setya Novanto. Beberapa nama calon sudah tampak di permukaan. Mulai dari Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto sampai Sekjen sekaligus Plt Ketua Umum Golkar Idrus Marham.
Airlangga disebut-sebut telah mendapat dukungan dari 31 DPD I Golkar. Tidak hanya itu, tiga organisasi sayap pendiri Partai Golkar yakni SOKSI, Kosgoro 1957, MKGR secara resmi telah memberi dukungan politik. Sedangkan dukungan terhadap Idrus Marham belum tampak. Disinggung soal dukungan, Idrus belum mau bicara banyak.
"Kalau elu dukung. Mau dukung enggak?" tanya Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (6/12).
Idrus justru mengingatkan kembali kader Golkar tentang makna dan perjuangan yang harus sejalan dengan cita-cita. Perjuangan bukan untuk mendapatkan posisi di dalam partai.
"Sangat keliru kalau berjuang mendapat posisi. Sebagai kader militan kader yang senantiasa berjuang untuk cita-cita partai apapun dimana pun posisinya," tambah Idrus.
Idrus menegaskan, perjuangan untuk meningkatkan elektabilitas Golkar tidak harus dengan duduk di kursi ketua umum. Menurutnya, justru ide dan gagasan yang diperlukan.
"Sekarang saya sudah jadi plt. Sudah bilang karena saya aliran yang berorintasi pada fungsional pentingkan pada peran bukan aliran struktural itu secara posisi. Selalu bicara peran. Peran itu ide dan gagasan serta peran itu aja," papar Idrus.
(mdk/noe)