LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Soal cawapres, PDIP cari sosok yang mampu melengkapi kepemimpinan Jokowi

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Bali resmi menetapkan Jokowi sebagai calon presiden 2019-2024. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menggunakan hak prerogatif yang diberikan oleh Kongres Partai yang menunjuk Jokowi sebagai calon presiden (capres).

2018-02-23 18:58:12
Rakernas PDIP
Advertisement

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Bali resmi menetapkan Jokowi sebagai calon presiden 2019-2024. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menggunakan hak prerogatif yang diberikan oleh Kongres Partai yang menunjuk Jokowi sebagai calon presiden (capres).

Namun, untuk siapa yang menjadi cawapres atau mendampingi Jokowi, PDIP tidak akan terburu-buru menentukan hal itu. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, posisi cawapres akan ditentukan hal itu bisa dilihat dari dinamika politik nasional atau bagaimana konfigurasi politik. Karena setelah Jokowi ditetapkan sebagai calon tentunya ada dialog-dialog dengan partai lain atau partai koalisi.

"Kami harus berpikir bagaimana PDIP mengambil inisiatif untuk membangun dialog dengan partai-partai lain yang mempunyai kesadaran yang sama. Untuk mengusung kepemimpinan yang selalu turun ke bawah dan berada di tengah rakyat yaitu kepemimpinan Bapak Jokowi," ucapnya di lokasi Rakernas, Jumat (23/2) sore.

Advertisement

Selain itu, Hasto juga menyampaikan bahwa intinya siapa yang akan menjadi cawapres Jokowi tentunya akan melalui dialog bersama dan juga bisa bekerja sama dengan Jokowi. Tetapi, harus juga dilihat dari aspek konfigurasi politik nasional dengan memperhatikan aspirasi rakyat.

Jika ada partai koalisi yang menawarkan cawapres untuk Jokowi, Hasto menyatakan hal itu boleh-boleh saja sebagai hak demokrasi yang dimiliki oleh setiap partai. Namun PDIP tak akan tergesa-gesa.

"Kami tidak akan tergesa-gesa, lebih-lebih Kongres sudah memberikan mandat kepada Ibu Megawati. Dialog dan pencermatan atas apa yang menjadi kehendak rakyat dan siapa yang kira-kira mendampingi akan terus dicermati oleh Ibu Megawati dan PDIP," jelasnya.

Advertisement

Namun, ketika ditanya soal kriteria yang pantas menjadi Cawapres Jokowi dalam pemilihan Pilpres 2019, Hasto hanya menekankan yang mampu bekerjasama dengan Jokowi.

"Bekerjasama dan bisa melengkapi kepemimpinan dari Pak Jokowi, sehingga memperkuat kepemimpinan Jokowi dan terus-menerus membumikan Pancasila," tandasnya.

Baca juga:
PDIP resmi usung Jokowi, Fahri tantang partai lain deklarasi capres bukan cawapres
Populisme agama dan ekonomi dinilai bakal menjadi tantangan Jokowi di Pilpres 2019
Survei Alvara: Jokowi-Gatot kalahkan Prabowo-Anies
PKS soal Pilpres 2019: Insya Allah bersama Gerindra
Belum mau ikut PDIP, PPP fokus sosialisasi Jokowi ke ulama dan Ponpes

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.