Soal capres, Jokowi serahkan ke masyarakat
"Sekarang ini saya tidak mau digosok-gosok, tidak mau diduga-duga," kata Jokowi.
Terbaru, dalam survei yang dilakukan oleh LIPI nama Joko Widodo (Jokowi) masih memiliki elektabilitas tinggi. Elektabilitas Jokowi mencapai 22,6 persen , mengalahkan Prabowo Subianto (14,2 persen) dan Megawati Soekarnoputri (9,3 persen).
Menanggapi soal survei ini, Jokowi memilih tidak ambil pusing. "Semua wewenang ada di masyarakat Indonesia," kata Jokowi sambil tersenyum usai makan siang di rumah makan Ampera, Jl. Ampera Raya Jakarta Selatan, Kamis (27/6).
Jokowi menegaskan, untuk saat ini ia tak mau didorong-dorong menjadi capres. Ia menegaskan, akan fokus terlebih dahulu membenahi persoalan Jakarta.
"Sekarang ini saya tidak mau digosok-gosok, tidak mau diduga-duga, dikompor-komporin pihak tertentu. Konsentrasi saya tetap macet, banjir, waduk, rusun dan lelang jabatan," papar Jokowi.
Karena itu, ia sama sekali belum memikirkan akan maju sebagai capres. "Fokus tetap membenahi Jakarta saja, macet, banjir, waduk, rusun dan lelang jabatan, dan saat ini saya juga tengah menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk kebakaran dan semua itu masih proses lelang serta nantinya yang kita genjot nanti adalah pemberdayaan masyarakat untuk alat pemadaman kebakaran," jelasnya.
Jokowi menegaskan, realisasi programnya itu akan terlihat pada September nanti. Seperti pengadaan sepeda motor untuk digunakan di gang-gang sempit.
"Kita akan maksimalkan dengan alat-alat kebakaran yang bisa masuk ke dalam tempat tersebut namun semua kegiatan akan baru bergerak Juli nanti, karena saat ini APBD yang digunakan pun baru mencapai 18 persen plus gaji yang lainnya masih dalam proses administrasi," tuturnya.(mdk/has)