LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Sisi Negatif Pemilu Serentak Menurut LSI Denny JA

Dalam pandangan Denny, penggabungan waktu pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (Pileg) lebih banyak menghasilkan keburukan

2019-04-18 22:35:00
Pemilu 2019
Advertisement

Pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI), Denny JA menyoroti beberapa hal negatif seputar penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 pada Rabu (17/4).

Dalam pandangan Denny, penggabungan waktu pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (Pileg) lebih banyak menghasilkan keburukan, karena porsi perhatian masyarakat lebih banyak terfokus pada pilpres.

"Pileg menjadi anak tiri. Sekitar 70 persen diskusi di masyarakat adalah seputar pilpres, pileg hanya 30 persen," kata Denny di Graha Dua Rajawali, Jakarta, Kamis (18/4).

Advertisement

Menurut Denny, digabungnya pilpres dan pileg juga membuka kultur pengkhianatan partai politik. Hal itu disebabkan pada sejumlah daerah tertentu, amat mungkin para calon legislatif memberikan dukungan kepada salah satu kontestan pilpres meski hal itu tidak sejalan dengan kebijakan partai.

Poin selanjutnya yang menjadi catatan Denny adalah pileg tidak berlangsung seimbang. Para caleg yang berasal dari partai yang memiliki capres/cawapres relatif dapat lebih mudah meraih dukungan masyarakat dibanding caleg yang tidak memiliki capres/cawapres sendiri.

Poin terakhir adalah nama caleg semakin tenggelam. Caleg semakin sulit mempromosikan diri dan kapabilitasnya karena perhatian publik sudah tersedot oleh pilpres.

Advertisement

"Mudah-mudahan bisa kita dorong agar hal ini digugat ke MK (Mahkamah Konstitusi), atau kita berikan dukungan kepada legislatif agar kedua hal ini tidak dicampur lagi," ujar Denny.

Baca juga:
Kalah di Tahun 2019, PSI Bisa Jadi Kejutan di 2024
Pantauan Kader di Daerah, Sekjen Sebut PAN Memperoleh 6,5 Persen Suara
Pilpres 2019 di Luar Negeri, Jokowi Tumbangkan Prabowo di Belgia
Jokowi Kalahkan Prabowo di TPS 01 Warga Adat Badui
SBY Instruksikan Pengurus Demokrat Tak Ikut Kegiatan Inkonstitusional
Cerita Kapolres Bone Bolango Terjang Sungai dan Bukit Pantau Pemilu di Desa Pelosok
Benarkah Penghitungan Suara KPU Bisa di-Hack? Ini Kata Ahli

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.