LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Sindiran dua partai biru ke NasDem soal biaya transfer politisi

Pendaftaran calon legislatif 2019 ramai dengan fenomena kader kutu loncat. Bahkan, muncul isu biaya transfer artis calon legislatif yang pindah ke NasDem, yaitu bekas politisi PAN Lucky Hakim pindah ke partai besutan Sura Paloh karena diduga menerima duit Rp 5 miliar.

2018-07-21 13:06:08
Lucky Hakim
Advertisement

Pendaftaran calon legislatif 2019 ramai dengan fenomena kader kutu loncat. Bahkan, muncul isu biaya transfer artis calon legislatif yang pindah ke NasDem, yaitu bekas politisi PAN Lucky Hakim pindah ke partai besutan Sura Paloh karena diduga menerima duit Rp 5 miliar.

Fenomena ini pun tak luput dari sindiran dua partai biru, PAN dan Demokrat dalam sebuah diskusi bertajuk 'Colak Colek Caleg' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7).

Wasekjen PAN Erwin Izharuddin menyindir partai yang menggelontorkan duit untuk menarik kader partai lain. Menurutnya anggota legislatif yang dihasilkan bukan lagi menyuarakan untuk rakyat, melainkan menjadi wakil partai.

Advertisement

"Artis itu sudah enggak menjamin menang, tapi fenomena yang mengerikan saat ini wakil rakyat itu dibeli, kalau dibeli dia bukan lagi wakil rakyat tapi wakil owner," kata dia.

Erwin lantas menyindir partai yang mengaku tak mengeluarkan mahar politik, tapi malah isu pembelian kader menerpa mereka. Meski, dia enggan menyebut partai mana yang dimaksud.

"Katanya ada yang bilang partai tanpa mahar tapi diisukan beli caleg. Saya enggak tahu partai apa, mungkin semuanya tahu," imbuhnya.

Advertisement

Erwin menambahkan kepindahan kader partai ke partai lain merupakan hal yang sudah biasa. Namun, dia mengecam jika sudah ada duit yang bermain.

"Colak-colek caleg itu sih lumrah, tapi ada bayar-bayaran ini yang bahaya. Nantinya mereka menganggap partai hanya sebagai panggung hiburan mereka," kata dia.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo ikut menambahkan sindiran Erwin. Roy menuding partai tersebut telah berbohong telah menyatakan telah mengkaderisasi selama enam bulan. Padahal, hal itu berbeda dengan kenyataan.

Kader yang dimaksud adalah Chris John dan Venna Melinda, dua publik figur yang akhirnya menjadi caleg di NasDem. Mantan Menpora itu menyindir sebagai 'partai biru agak palsu'.

"Ada satu partai maaf yah, bohong. 'Semua yang pindah ke partai kami sudah kami didik selama 6 bulan', Chris John itu jelas-jelas pada hari Kamis 15 Febeuari 2018 diinagurasi oleh pak SBY di Cikeas, jadi kalau ada yang bilang sudah 6 bulan itu bohong sekali. Partainya enggak ada di sini warnanya biru-biru agak palsu," kata Roy.

"Begitu pula VN (Venna Melinda) Jadi saya tahu pasti 3-4 bulan lalu masih bersama-sama saya di Tulungagung ada kegiatan bersama, jadi kalau ada partai yang menyebut sudah 6 bulan bersama-sama dia itu bohong," imbuhnya.

Baca juga:
Wasekjen PAN benarkan pengakuan Lucky Hakim di grup WA soal duit Rp 5 M dari NasDem
Kalah di Pilgub Jatim, Puti Guntur nyaleg DPR dari dapil Jatim I
AHY sebut Demokrat terus bangun komunikasi dengan Gerindra dan PDIP
Cerita politisi Demokrat Umar Arsal jadi anggota DPR modal layar tancap
AHY sebut parpol punya hak bertanya apa yang didapat kepada koalisi
Survei LIPI NasDem tak lolos parlemen, Paloh tak masalah berjuang dari luar

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.