Setya Novanto sebut ada kepentingan asing di balik laporan Sudirman
Pembelaan itu ditulis setebal 12 halaman di atas materai dan ditandatangani Novanto.
Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) memenuhi pemanggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) guna dimintai keterangan sebagai teradu. Hal tersebut berkaitan dengan tudingan pelanggaran etik padanya terkait dugaan memalak PT Freeport. Dia meyakini ada kepentingan asing di balik tindakan Sudirman Said yang menyudutkan namanya.
Guna menampik seluruh tuduhan yang ditujukan kepada dirinya, Setnov membawa lembar pembelaan berjudul, 'Nota Pembelaan Setya Novanto Ketua DPR RI terhadap Pengaduan Menteri ESDM Sudirman Said Berdasarkan Laporan Pengaduan Tertanggal 16 November 2015'. Pembelaan itu ditulis setebal 12 halaman di atas materai dan ditandatangani Novanto.
Dalam nota pembelaan tersebut Setnov menganggap bahwa MKD belum menjaga citranya sebagai ketua DPR. Setnov juga menuding jika sejauh ini dia dilecehkan secara politis.
"Hal ini penting agar berbagai persepsi yang telah dibangun secara sistematis di publik, yang ditunggangi oleh berbagai kepentingan politik tertentu dapat diluruskan berdasarkan prinsip keadilan dan tertib hukum beracara," ucap Setnov membaca lembar pembelaannya dalam sidang etik ketiga MKD di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (7/12).
"Indonesia menghormati suatu tata pemerintahan uang mengedepankan kerja sama harmonis antar lembaga tinggi negara, bukan suatu tata pemerintahan yang dikuasai oleh kepentingan dan ambisi orang perorang," sambungnya.
Setnov menuding bahwa selama ini yang membuat gaduh ialah kepentingan asing.
"Lebih-lebih ketika kepentingan tersebut digerakkan oleh agenda-agenda kepentingan asing," tulisnya.
Baca juga:
Diadili MKD, Setnov bacakan 12 lembar nota pembelaan
Menko Polhukam masa bodoh jalannya sidang Setnov di MKD tertutup
Setnov dituntut mundur, Wapres JK sebut lebih bagus begitu
Junimart upayakan sidang etik Setya Novanto terbuka untuk umum
Sidang Setnov tertutup dan dijaga ketat, KIH pilih bungkam