Setuju SBY, Golkar tunda kampanye dan fokus bantu korban gempa Sulteng
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini partainya fokus untuk membantu korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini partainya fokus untuk membantu korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Hal itu ia katakan, berkaitan dengan ucapan Presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyarankan kampanye Pilpres 2019 di Sulteng dihentikan sementara pasca bencana.
"Bagi Partai Golkar kampanye ini masih panjang. Jadi sekarang kita konsentrasi untuk membantu saudara-saudara kita dulu. Kita tidak berpikir untuk kampanye pada saat sekarang," kata Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/10).
Airlangga mengatakan, partai berlambang pohon beringin itu sudah memiliki jadwal sendiri untuk melakukan kampanye. Karena itu, lanjut dia, Golkar ingin fokus terlebih dahulu membantu korban bencana Sulteng.
"Jadi saat sekarang belum mempersiapkan untuk kampanye tetapi kita sedang partisipasi dulu untuk saudara kita di Palu," ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyarankan kegiatan kampanye partai politik dihentikan sejenak. Saran tersebut khusus untuk lokasi yang terkena dampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.
"Saya berpendapat dan menyarankan agar untuk sementara waktu paling tidak untuk Sulawesi Tengah, Palu, Donggala, dan sekitarnya itu kegiatan kampanye pemilu dihentikan," kata SBY dalam keterangan resminya, Minggu (30/9).
Baca juga:
Ma'ruf Amin bakal dipoles agar masyarakat rebutan minta selfie
Kasus korupsi PLTU Riau-1 disebut dijadikan 'peluru' buat bubarkan Golkar
Golkar siapkan sanksi dua kadernya yang dukung Prabowo-Sandiaga
Airlangga tegaskan menteri boleh jadi jurkam Jokowi-Ma'ruf
Golkar berencana kirim bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu
Bamsoet ungkap strategi pemenangan Golkar dan Jokowi-Ma'ruf di 2019
Dukungan kelompok emak-emak tak jamin dongkrak suara di Pilpres