Sesama kader NU bertarung di Pilgub Jatim, ini jawaban Khofifah
Sesama kader NU bertarung di Pilgub Jatim, ini jawaban Khofifah. Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyikapi dengan bijak lawan politiknya Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada Pilkada Jatim 2018. Khofifah dan Gus Ipul merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang sama-sama maju dalam jalur partai yang berbeda.
Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyikapi dengan bijak lawan politiknya Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada Pilkada Jatim 2018. Khofifah dan Gus Ipul merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang sama-sama maju dalam jalur partai yang berbeda.
"Kita ini kan berkontestasi. Saya sampaikan kepada kita semua bahwa kedewasaan berpolitik di keluarga besar NU sudah teruji sejak masa orde lama. Ketika fungsi partai berjalan di tahun 73, kemudian NU di tahun 84 akhirnya kemudian ada proses reformasi dimana Gusdur mendirikan PKB," kata Khofifah usai deklarasi di kantor DPP Nasdem, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (02/01).
Menteri Sosial ini mengatakan, sejumlah tokoh-tokoh NU ada juga menjadi kader parpol lain. Dia menilai, semua tokoh NU akan memahami nilai-nilai yang ditanamkan pendiri organisasi Islam itu yakni Abdurahman Wahid atau biasa disapa Gusdur.
"Di NasDem juga ada tokoh NU di sana. Di Golkar juga ada. Demokrat, PDIP juga ada. Di PPP banyak. PKB juga tidak semua NU. Jadi artinya diversifikasi partai yang dibangun selama ini akan menjadi penguatan kedewasaan berpolitik bagi warga NU," ucap Khofifah.
"Maka Gusdur juga selalu mengajarkan untuk berpolitik kebangsaan. Harus dibangun di partai non partai dan semua. Sehingga pimpinan partai tidak akan berpikir simpatisan, tapi berpikir berkomitmen untuk lebih baik," tambahnya.
Khofifah berduet dengan Bupati Trenggalek yakni Emil Dardak. Dia meyakini dengan menggandeng Emil, para generasi muda akan melirik dan keduanya mendapat suara yang banyak.
"Ya kalau pemilih sekarang itu kan 40 persen pemilih milenial. Ada kedekatan bangunan komunikasi dari sisi proses untuk bisa berinteraksi. Kan kalau saya ibaratnya kategori zaman old beda," tutur Khofifah.
Alasannya memilih Emil juga dikarenakan Bupati Trenggalek itu memiliki kapasitas dalam sejumlah bidang. Dia meyakini program program Emil dapat membuat masyarakat Jawa Timur sejahtera.
"Tapi selain dari itu tentu ada kapasitas. Kita membangun suatu penguatan kembali dari seusia mas Emil 22 tahun, PhD. Ilmunya pengembangan wilayah dan itu sangat dibutuhkan bagi Jatim untuk percepatan pemerataan kesejahteraan bagi wilayah Selatan dan Utara. Dia punya kemampuan di bidang itu, banyak hal lah ya," pungkasnya.
Baca juga:
Waketum Gerindra sebut Prabowo sudah bertemu Yenny Wahid bahas Pilgub Jatim
NasDem resmi deklarasi Khofifah-Emil untuk Pilgub Jatim
Berdasar filosofi Jawa, poros ketiga berpeluang menang di Pilgub Jatim
Berkat bantuan Gus Ipul, perekonomian nelayan kenjeran meningkat
Gerindra, PKS dan PAN segera bertemu bahas Yenny Wahid buat Pilgub Jatim
Buka opsi usung Yenny Wahid di Pilgub Jatim, Gerindra akui buat kepentingan 2019
Kemenangan Pilpres 2019, alasan PKS pertimbangkan Yenny Wahid maju Pilgub Jatim