LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Serangan balik PDIP buat SBY

Serangan balik PDIP buat SBY. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) marah besar dengan tuduhan penggerak massa pada rencana demo 4 November nanti. SBY bahkan mengkritik kerja BIN yang harusnya punya informasi akurat.

2016-11-03 07:28:00
Pilgub DKI
Advertisement

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) marah besar dengan tuduhan penggerak massa pada rencana demo 4 November nanti. SBY bahkan mengkritik kerja BIN yang harusnya punya informasi akurat.

Dalam jumpa persnya, SBY menegaskan, selama 10 tahun memimpin tak pernah mencurigai orang dan melarang rakyat untuk menggelar unjuk rasa. Dia pun mengingatkan, selama berkuasa tidak pernah menuduh orang per orang atau kelompok tertentu menggerakkan massa untuk demo.

"Dulu saya tidak pernah menuduh, mencurigai, ada orang besar mendanai aksi unjuk rasa, ada orang besar menggerakkan unjuk rasa," kata SBY.

"Kalau dikaitkan dengan situasi sekarang kalau ada info analisis intelijen seperti itu saya kira berbahaya, menuduh orang, kelompok, partai politik melakukan itu, itu fitnah, fitnah lebih kejam dibanding pembunuhan," kata SBY dengan ekspresi wajah marah.

Tidak cuma itu, SBY juga mengomentari soal dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama (Ahok). SBY menegaskan, Ahok harus diproses hukum, terlepas itu salah atau benar pada akhirnya.

"Pak Ahok yang harus diproses hukum. Jangan sampai beliau dianggap kebal hukum," kata SBY.

Tak terima dengan kritik keras dari SBY, PDIP pun menyerang balik. PDIP menilai, SBY justru telah melakukan intervensi hukum dalam kasus Ahok.

"Pernyataan SBY terkait proses hukum Pak Ahok adalah bentuk intervensi terhadap proses hukum. Pihak kepolisian saat ini sedang menjalankan proses hukum terhadap laporan terkait Pak Ahok. Bahkan Pak Ahok sudah dimintai keterangan di Bareskrim," kata Bendahara Tim Pemenangan Ahok- Djarot, Charles Honoris.

Ditambah, katanya, Ahok juga telah memberikan keterangan soal pernyataannya yang mengutip surat Al Maidah ayat 51 itu ke Bareskrim Polri.

"Jadi klaim SBY bahwa Ahok tidak tersentuh itu tidak berdasar dan bisa dilihat sebagai upaya melakukan intervensi dengan melakukan agitasi di ruang publik," sambungnya.

Sementara, komentar SBY soal aksi besar-besaran dan dugaan perlindungan hukum atas Ahok dinilai punya kepentingan sendiri. Politisi DPR ini menilai, tujuannya tak lain demi mendongkrak suara putra sulungnya, Agus Harimurti yang diusung sebagai pesaing Ahok di Pilgub DKI.

"Statement SBY pagi ini terkait rencana aksi 4 November semakin menunjukkan bahwa SBY sedang berupaya menggunakan aksi ini untuk kepentingan Pilgub DKI yang kita ketahui putra sulung SBY ikut menjadi calon Gubernur DKI," klaimnya.

Baca juga:
SBY lantang minta Ahok harus diproses hukum
Ngaku tak anti unjuk rasa, SBY dulu 4 kali demo besar tak di Istana
Ruhut sentil SBY: Anaknya kan maju, Ahok tak bisa dibendung
Ruhut: Pak SBY, hati boleh panas tapi kepala harus tetap dingin
Wiranto: Pernyataan Pak SBY tak perlu saya nilai
Warga berharap Agus Harimurti jadi pemimpin seperti SBY

Advertisement
(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.